Media Kampung – Trabzonspor berhasil mengalahkan Konyaspor dengan skor 2-1 dalam laga final Ziraat Türkiye Kupası yang berlangsung di Corendon Airlines Park, Antalya, pada 22 Mei 2026. Kemenangan ini sekaligus membawa Trabzonspor meraih gelar ke-10 mereka di ajang tersebut setelah lima tahun absen juara.
Gol pertama pertandingan dicetak oleh Onuachu pada menit ke-18, membawa Trabzonspor unggul hingga babak pertama usai. Konyaspor membalas pada menit ke-50 lewat gol Muleka yang menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Namun, kesempatan Konyaspor untuk berbalik unggul sempat gagal saat Muleka gagal memanfaatkan penalti pada menit ke-58. Tekanan Konyaspor yang gagal dimaksimalkan menjadi keuntungan bagi Trabzonspor.
Keputusan penalti untuk Trabzonspor terjadi pada menit ke-79 setelah Jevtovic dari Konyaspor melakukan handball di dalam kotak penalti. Onuachu yang menjadi eksekutor penalti ini sukses menambah gol kedua bagi Trabzonspor dan memastikan kemenangan timnya.
Ini menjadi keberhasilan besar bagi Trabzonspor di bawah asuhan pelatih Fatih Tekke, yang baru menjalani musim kedua sebagai pelatih kepala. Setelah dua kali gagal di final sebelumnya melawan Beşiktaş dan Galatasaray, Tekke akhirnya membawa tim meraih trofi pertamanya dalam 14 bulan memimpin klub.
Setelah pertandingan, Onuachu dinobatkan sebagai pemain terbaik laga. Keduanya, pemain dari Trabzonspor dan Konyaspor, menerima medali mereka dalam seremoni penyerahan trofi. Trofi Ziraat Türkiye Kupası diserahkan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Osman Aşkın Bak bersama Ketua Federasi Sepak Bola Turki İbrahim Hacıosmanoğlu kepada kapten Trabzonspor, Savic, yang kemudian merayakan kemenangan bersama rekan-rekannya.
Keberhasilan ini juga menjadi kebanggaan besar bagi para suporter Trabzonspor yang memadati Atatürk Square di pusat kota Trabzon. Mereka merayakan kemenangan dengan menari horon dan kolbastı, tradisi tarian khas daerah tersebut, menandai momen spesial bagi klub dan fan base yang setia.
Kemenangan ini menambah catatan sejarah Trabzonspor sebagai salah satu klub sukses di Ziraat Türkiye Kupası dengan total 18 penampilan di final dan 10 gelar juara. Sebelumnya, klub berjuluk bordo-mavililer ini sempat meraih gelar pada musim 2019-2020 setelah mengalahkan Corendon Alanyaspor 2-0 di final.
Di sisi lain, Konyaspor kembali gagal menambah gelar kedua mereka setelah kemenangan pertama pada musim 2016-2017. Meski demikian, perjalanan mereka ke final kali ini menjadi pencapaian penting setelah absen selama sembilan tahun dari babak final dan membuka peluang untuk kembali ke kompetisi Eropa.
Final Ziraat Türkiye Kupası musim ini juga menjadi momen bersejarah di mana dua pelatih asal Turki, Fatih Tekke dan İlhan Palut dari Konyaspor, bersaing untuk gelar pertama mereka sebagai pelatih di ajang ini. Kemenangan Trabzonspor menambah catatan dominasi pelatih Turki dalam kompetisi ini.
Dengan hasil ini, Trabzonspor mengakhiri musim dengan trofi penting, sementara Konyaspor harus mempersiapkan diri kembali untuk kompetisi musim depan. Pertandingan yang berlangsung sengit ini menjadi bukti kuatnya persaingan di sepak bola Turki, khususnya dalam turnamen domestik yang bergengsi tersebut.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan