Media KampungMarc Marquez menunjukkan sisi emosionalnya setelah mengalami masalah serius pada tangannya yang membuat tiga jarinya tidak bisa dikontrol. Kondisi ini terungkap dalam video eksklusif dari garasi Ducati Lenovo Team, yang memperlihatkan Marquez menangis di hadapan Gigi Dall’Igna dan tim mekanik usai kecelakaan highside pada Sprint Race di Le Mans.

Alih-alih mengeluhkan cedera kaki yang patah akibat insiden tersebut, Marquez mengungkap masalah yang lebih berat mengenai saraf radial pada lengannya. Baut yang sebelumnya dipasang pada pundaknya bergeser setelah kecelakaan di Mandalika musim lalu, sehingga menekan saraf utama yang mengendalikan tiga jari tangan kanan dan lengan bagian tersebut. Akibatnya, kekuatan tangannya melemah drastis saat membalap.

Marquez menyatakan dirinya seolah hanya mengendarai motor dengan satu setengah tangan. Kondisi ini membuatnya harus membalap jauh di bawah batas kemampuan normalnya, walau ia tetap mampu memecahkan rekor lap di Q1 Le Mans. Ia juga mengaku sering kehilangan kendali di tikungan cepat karena tangannya tak mampu menahan beban dan traksi motor Ducati yang sangat kuat.

Dalam perbincangan dengan timnya, Marquez menyampaikan bahwa masalah saraf ini membuat energi dan kekuatannya hilang secara tiba-tiba. Ia juga telah menjadwalkan operasi pengangkatan baut yang bermasalah setelah balapan di Catalunya, namun harus dipercepat karena cedera kakinya. Operasi gabungan untuk memperbaiki kaki dan pundak pun sudah dilakukan oleh tim medis Ducati.

Meski menghadapi kondisi berat tersebut, Marquez tetap menunjukkan mental juara dengan mampu meraih kemenangan di Sprint Race dua kali berturut-turut musim ini. Ia pun sengaja merahasiakan kondisi ini agar tidak mengganggu fokus tim selama balapan. Namun data telemetri dari tim Ducati mengindikasikan ada perubahan dalam gaya balapnya yang membuat tim mencurigai ada sesuatu yang tidak biasa.

Setelah operasi selesai, pihak Ducati belum memastikan kapan Marquez akan kembali bertarung di lintasan, apakah sudah bisa tampil di Mugello atau harus menunggu lebih lama. Keputusan untuk menjalani operasi dinilai tepat demi menjaga kesehatan jangka panjang pembalap asal Spanyol ini. Para penggemar dan tim berharap pemulihan saraf tangan Marquez berjalan lancar agar ia bisa kembali tampil maksimal dan bersaing di podium MotoGP dengan dua tangan utuh.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.