Media Kampung – World Cup 2026 menjadi sorotan global dengan undangan kepada tim nasional Iran, harga tiket final yang meroket, serta peringatan hak asasi manusia menjelang turnamen.
Senator Amerika Serikat Marco Rubio menyatakan bahwa tim Iran dipersilakan berpartisipasi dalam Piala Dunia 2026, namun menambahkan bahwa Amerika Serikat dapat menolak anggota delegasi yang memiliki hubungan dengan Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC).
Rubio menegaskan, “Iran’s national team is welcome to participate at the World Cup this summer, but the U.S. may bar anyone in the traveling delegation with ties to the IRGC,” sebagai syarat keamanan yang harus dipatuhi oleh otoritas Iran.
Turnamen ini akan berlangsung di tiga negara tuan rumah—Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada—dengan pembukaan dijadwalkan pada awal Juni 2026 dan final di MetLife Stadium, New Jersey, pada akhir Juli.
FIFA baru-baru ini mengumumkan bahwa tiket final yang berada di barisan empat kursi di belakang gawang telah muncul di platform penjualan sekunder dengan harga $2,299,998.85 atau sekitar £1,7 juta per kursi, menimbulkan protes luas dari penggemar sepak bola.
Menurut pernyataan resmi FIFA, platform penjualan sekunder tidak menetapkan harga, namun menambahkan biaya layanan sebesar 15 persen untuk pembeli dan 15 persen untuk penjual, yang berarti potensi komisi mencapai lebih dari £2 juta jika tiket tersebut terjual.
Presiden FIFA Gianni Infantino membela strategi harga tersebut dengan menyebutkan bahwa dalam 15 hari pertama penjualan, FIFA menerima 150 juta permintaan tiket, menandakan besarnya permintaan global terhadap World Cup 2026.
Serikat Kebebasan Sipil Amerika (ACLU) mengeluarkan peringatan perjalanan yang menekankan risiko potensi pelanggaran hak asasi manusia bagi pengunjung, khususnya terkait kebijakan imigrasi dan penegakan hukum di Amerika Serikat menjelang turnamen.
Isu transportasi publik juga muncul, dengan laporan tentang tarif naik turun yang dianggap tidak wajar bagi suporter yang harus berpindah antar kota di tiga negara tuan rumah, menambah beban biaya keseluruhan bagi penonton.
Pihak keamanan menyiapkan langkah-langkah tambahan, termasuk pemeriksaan latar belakang bagi anggota delegasi olahraga dan staf teknis, guna mencegah potensi ancaman keamanan yang terkait dengan konflik geopolitik.
Per 24 April 2026, penjualan tiket sekunder masih berlangsung aktif, dan FIFA terus memantau pasar sekunder untuk memastikan kepatuhan terhadap kebijakan harga dan transparansi penjualan.
Dengan kombinasi undangan politik, harga tiket yang menantang, dan peringatan hak asasi, World Cup 2026 diperkirakan akan menjadi turnamen paling kompleks secara logistik dan diplomatik dalam sejarah sepak bola modern.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Leave a Reply