Media Kampung – 13 April 2026 | Veda Ega Pratama menorehkan penampilan ciamik di ajang Moto3 2026, memicu minat intens tim-tim papan atas untuk mengincarnya pada musim depan.
Berusia 17 tahun, pembalap asal Gunungkidul, Jawa Tengah, sebelumnya menempati posisi runner-up di Red Bull Rookies Cup 2025 sebelum dipromosikan ke kelas Moto3 bersama Honda Team Asia pada awal 2026. Penampilan gemilangnya di level junior menegaskan potensi luar biasa yang dimilikinya, menjadikannya salah satu talenta muda paling menjanjikan di Indonesia.
Di rangkaian balapan pertama Moto3 2026, Veda meraih posisi kelima pada Grand Prix Thailand, lalu melaju ke podium dengan finis ketiga di Grand Prix Brasil. Meski mengalami DNF (Did Not Finish) di Grand Prix Amerika Serikat, ia tetap berada di posisi ketujuh klasemen sementara dengan 27 poin, terpaut 38 poin dari pemimpin klasemen, Maximo Quiles. Statistik tersebut menegaskan konsistensinya meski masih rookie.
Rumor terbaru mengindikasikan bahwa Veda sedang dipantau oleh beberapa tim besar Moto3 menjelang musim 2027. Hendry Wibowo, yang menyampaikan informasi lewat program Morning Zone, mengutip sumber dekat tim: “Saya dapat bocoran kalau Veda sudah mulai diintip‑intip oleh banyak tim papan atas di Moto3. Saya sempat bertemu seorang narasumber dari Indonesia yang kebetulan dekat dengan tim‑tim di Moto3, Moto2 dan MotoGP.”
Di sisi lain, cedera dua pembalap kunci IntactGP—David Almansa dan David Munoz—menjadi peluang strategis bagi Honda Team Asia dan Veda untuk kembali mengincar podium di Grand Prix Spanyol 2026, sirkuit Jerez. Almansa harus absen setelah patah siku di Brasil, sementara Munoz masih dalam proses pemulihan pasca operasi. Kondisi ini memberi Veda kesempatan memperkuat posisinya di papan atas klasemen.
Jadwal balapan selanjutnya menempatkan Veda di sirkuit Jerez pada akhir April, di mana timnya berfokus pada persiapan teknis dan mental. Pelatihan intensif di fasilitas Astra Honda Racing School serta simulasi lintasan Jerez menjadi prioritas untuk mengoptimalkan performa mesin dan kemampuan mengendalikan motor dalam kondisi cuaca yang berubah-ubah.
Selain Veda, nama Kiandra Ramadhipa, pembalap berusia 16 tahun dari Sleman, juga muncul sebagai talenta muda Indonesia yang sedang meniti karier di Red Bull Rookies Cup 2026. Meskipun demikian, sorotan media tetap tertuju pada Veda sebagai pionir yang membuka jalan bagi generasi selanjutnya.
Sejauh ini, Veda Ega Pratama terus memperkuat reputasinya lewat hasil balapan dan dukungan dari tim serta sponsor. Dengan peluang pindah ke tim besar dan kondisi kompetitif yang semakin menantang, ia berada pada posisi strategis untuk menjadi representasi utama Indonesia di panggung Moto3 dunia pada musim 2027.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.














Tinggalkan Balasan