Media Kampung – Veda Ega Pratama mengalami kesulitan saat sesi latihan Moto3 di Sirkuit Catalunya pada Jumat, 15 Mei 2026. Pembalap dari Honda Team Asia itu hanya mampu meraih posisi ke-19 dengan catatan waktu 1 menit 48,136 detik, jauh dari ekspektasi setelah penampilan cemerlangnya di Le Mans beberapa waktu lalu.

Data menunjukkan bahwa Veda tertinggal hampir satu detik dari rekan-rekan Honda lainnya, termasuk Adrian Fernandez yang berhasil mencatatkan waktu 1 menit 47,146 detik dan menempati posisi ketiga. Selisih waktu yang cukup besar ini menjadi perhatian karena biasanya Veda termasuk pembalap terdepan di timnya.

Analisis lebih mendalam mengungkapkan bahwa masalah bukan terletak pada mesin motor Veda. Top speed yang dicapai mencapai 246 km/jam, bahkan lebih tinggi dibandingkan Fernandez yang hanya 242,1 km/jam. Hal ini menunjukkan bahwa potensi kecepatan motor di trek lurus tidak menjadi kendala utama.

Namun, inkonsistensi waktu putaran menjadi masalah. Veda hanya berhasil mencatat satu putaran valid di bawah 1 menit 49 detik, sementara putaran lainnya berkisar antara 1 menit 49 hingga 1 menit 52 detik. Kondisi ini mengindikasikan bahwa pembalap muda asal Indonesia ini belum menemukan rasa yang pas dengan aspal Catalunya, terutama dalam hal grip dan kecepatan saat melaju di tikungan.

Kondisi ini mengingatkan pada pengalaman Veda saat berlaga di FIM JuniorGP 2025 di sirkuit yang sama, di mana catatan waktunya sudah mencapai sekitar 1 menit 48 detik. Kini, dengan motor Moto3 yang lebih canggih, waktu yang dicatatkan tidak menunjukkan peningkatan berarti. Hal ini menegaskan bahwa permasalahan utama kemungkinan besar ada pada pengaturan set-up motor.

Dari pengamatan tim dan data telemetri, ada beberapa faktor yang menghambat performa Veda. Pertama, set-up suspensi yang belum optimal sehingga mengganggu stabilitas saat melaju di tikungan cepat di bagian akhir sirkuit. Jika suspensi terlalu kaku atau terlalu empuk, traksi saat keluar tikungan akan berkurang dan memengaruhi kecepatan menuju lintasan lurus.

Selain itu, masalah grip pada ban juga menjadi kendala. Kemungkinan ban belum mencapai suhu kerja ideal sehingga membuat motor terasa licin dan sulit dikendalikan dengan baik. Faktor ketiga adalah padatnya lalu lintas pembalap di sesi latihan yang mengganggu racing line Veda, sehingga ritme balapnya tidak stabil.

Sesi latihan ini merupakan waktu yang digunakan tim untuk bereksperimen dengan berbagai set-up dan strategi. Veda sendiri sudah mengenal karakter sirkuit Catalunya sejak musim lalu, sehingga diharapkan tim Honda Team Asia dapat segera menemukan racikan terbaik untuk meningkatkan performanya.

Target utama Veda adalah lolos ke Q2 melalui perjuangan di Q1 yang akan berlangsung pada hari Sabtu. Jika masalah set-up dapat teratasi, peluang untuk memulai balapan dari posisi 10 hingga 12 sangat realistis. Bahkan, peluang untuk menembus posisi 6 hingga 8 juga terbuka lebar.

Semua pihak berharap para mekanik Honda Team Asia dapat segera menemukan solusi agar motor Veda Ega Pratama kembali kompetitif dan siap memberikan hasil terbaik di balapan Moto3 Catalunya nanti.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.