Media Kampung – Jakarta akan menjadi tuan rumah Jakarta Boxing League pada 24 Mei 2026, sebuah turnamen tinju yang digelar di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan. Ajang ini dirancang sebagai wadah pembinaan sekaligus panggung bagi petinju muda Indonesia untuk menghidupkan kembali semangat olahraga tinju nasional.

Sekretaris Jenderal Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Perbati) Hengki Silatang menyampaikan bahwa persiapan untuk kompetisi ini tidak memerlukan waktu lama, namun antusiasme peserta sangat tinggi. Pertandingan direncanakan berlangsung mulai siang hingga malam untuk menampung banyaknya petinju yang terlibat.

Hengki menjelaskan, gagasan pembentukan liga tinju ini muncul dari Ketua Perbati, Ray Zulham, dengan tujuan menyediakan wadah yang memfasilitasi petinju amatir hingga profesional secara berkesinambungan. “Liga ini diharapkan bisa mencontoh cabang olahraga lain dalam sistem pembinaan berjenjang,” kata Hengki saat berbincang dengan Pro3 RRI pada 14 Mei 2026.

Uniknya, Jakarta Boxing League tidak hanya membuka kesempatan bagi petinju profesional dan amatir, tetapi juga mengikutsertakan influencer, artis, dan DJ untuk berpartisipasi. Hal ini bertujuan meningkatkan antusiasme publik terhadap olahraga tinju yang selama ini dianggap eksklusif dan keras.

“Selain pertandingan antar petinju junior hingga senior yang serius mengejar prestasi, kami juga menyelingi dengan peserta dari kalangan non-atlet agar suasana lebih meriah dan menarik perhatian masyarakat,” imbuh Hengki.

Turnamen ini menjadi bagian dari strategi Perbati untuk membangun pembinaan tinju secara menyeluruh, mulai dari petinju pemula hingga yang memiliki potensi besar untuk mewakili Indonesia di ajang internasional. Daftar nama peserta akan diumumkan saat sesi timbang badan yang biasanya dilakukan sehari sebelum pertandingan, termasuk petinju-petinju pelatnas dan junior yang ikut sparing.

Jakarta Boxing League mengakomodasi berbagai kelas usia, mulai dari 10 tahun hingga tingkat senior, serta terbuka untuk kelas pria dan wanita. Hal ini sejalan dengan persiapan menuju Kejuaraan Asia yang akan berlangsung pada 3 hingga 16 Juli 2026 dan diikuti oleh 35 negara.

Konsep sportainment menjadi ciri khas dari liga ini, dengan tujuan menghilangkan stigma negatif tentang tinju dan membuka peluang karir profesional bagi atlet. Hengki mencontohkan bagaimana tinju di Amerika Serikat yang sangat populer, di mana petinju mendapatkan apresiasi layaknya selebriti dengan sambutan karpet merah.

Perbati Indonesia kini telah resmi diakui sebagai anggota penuh oleh World Boxing dalam pertemuan di Roma, Italia, bersama Presiden World Boxing Gennady Golovkin. Pengakuan ini menjadikan Perbati sebagai satu-satunya organisasi tinju di Indonesia yang diakui secara internasional, membuka peluang bagi atlet untuk mengikuti jalur resmi menuju kualifikasi Olimpiade.

Hengki mengajak seluruh penggemar tinju di Jakarta dan Indonesia untuk mendukung pelaksanaan Jakarta Boxing League. Ia berharap turnamen ini dapat menghasilkan petinju-petinju berkualitas yang kelak membela Merah Putih di kancah dunia. “Mari kita majukan tinju Indonesia dengan menggelar banyak pertandingan seperti Jakarta Boxing League,” tutupnya.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.