Media Kampung – Toluca FC mencetak kemenangan 4-0 pada babak kedua melawan LAFC, menutup skor akhir 5-2 dan mempersiapkan final all-Mexican melawan Tigres UANL. Keputusan ini menegaskan dominasi Liga MX atas MLS di CONCACAF Champions Cup.
Pertandingan berlangsung di Estadio Nemesio Díez di Toluca pada 6 Mei 2026. Helinho memulai serangan dengan gol penalti pada menit ke-49, memanfaatkan pelanggaran Ryan Hollingshead di kotak penalti. Efeknya membawa skor menjadi 2-2 setelah LAFC menutupinya 2-1 di babak pertama.
Gol kedua datang dari Everardo López pada menit ke-58. Setelah memotong pemain LAFC, ia menembak 28 yard ke sisi kanan gawang, menjadikan Toluca unggul 3-2 secara agregat. LAFC tidak pernah memanfaatkan peluang pertama yang mereka miliki di awal pertandingan.
Di babak akhir, Paulinho mencetak dua gol tambahan pada waktu tambahan. Pertama pada menit ke-94, sementara yang kedua pada menit ke-97 setelah LAFC kurangi pemainnya menjadi sepuluh setelah Ryan Porteous dihukum kartu merah. Dua gol ini menutup skor menjadi 5-2 agregat.
LAFC, yang sebelumnya menjuarai babak pertama dengan 2-1 di BMO Stadium, tidak mampu menindaklanjuti keunggulan mereka. Penyerangan terbatas dan kesalahan pertahanan membuat mereka gagal mencetak gol kedua di babak kedua.
Dengan kemenangan ini, Toluca menjadi tim ketiga di Liga MX yang berhasil meraih gelar CONCACAF Champions Cup, setelah sebelumnya menjuarai pada 2003. Final all-Mexican ini akan menjadi yang pertama sejak 2021, ketika Monterrey mengalahkan Club América.
Dominasi Liga MX tercermin dari 16 dari 17 juara CONCACAF sejak era modern 2008-09. Keputusan ini menandai akhir empat tahun terakhir di mana MLS berhasil mencapai final, dengan satu kali kemenangan hanya pada 2022 oleh Seattle Sounders.
Para penggemar kini menantikan pertandingan final pada 30 Mei 2026, di mana Toluca akan bertanding melawan Tigres UANL. Kemenangan akan memastikan setidaknya dua tiket Liga MX ke FIFA Club World Cup 2029.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan