Media Kampung – Wang Zhiyi, pemain tunggal putri China, mengalami kekalahan telak 0-2 melawan An Se-young pada final Uber Cup 2026, menandai kegagalan timnya menghalau tantangan Korea Selatan.
An Se-young, peringkat dunia nomor satu, menutup pertandingan dengan skor 21-10, 21-13 dalam 47 menit, memberikan poin awal yang krusial bagi Korea.
Wang mengakui keunggulan lawan, menyatakan, \”Saya kehilangan energi pada rally panjang dan melakukan lebih banyak kesalahan,\” serta menambahkan bahwa ini adalah debutnya sebagai pemain tunggal pertama dalam turnamen.
Seorang pemain Korea, An Se-young, mengungkapkan kebahagiaannya, \”Saya sangat bersemangat memenangkan poin pertama untuk tim dan menikmati pertandingan ini,\” menegaskan dominasi sejak awal.
Pertandingan dimulai dengan An Se-young menguasai tujuh poin beruntun dan mencapai keunggulan 11-2, sebelum Wang sempat memperkecil selisih menjadi 12-9 pada game kedua, namun An kembali mengamankan kemenangan dengan serangkaian run 9-4.
Kemenangan An meningkatkan rekor pertemuan mereka menjadi 20-5, menegaskan dominasi Korea atas Wang dalam pertemuan internasional sebelumnya.
Setelah kemenangan tunggal, China menanggapi dengan kemenangan ganda oleh Liu Shengshu dan Tan Ning melawan pasangan Lee So-hee dan Jeong Na-eun dengan skor 21-15, 21-12, menyeimbangkan kedudukan menjadi 1-1.
Namun, Kim Ga-eun dari Korea mengalahkan Chen Yufei, peraih medali emas Olimpiade, 21-19, 21-15, memberi Korea keunggulan 2-1 dan menyiapkan posisi untuk menutup pertandingan di ganda ketiga.
Pasangan Baek Ha-na dan Kim Hye-jeong menaklukkan Jia Yifan serta Zhang Shuxian dengan skor 16-21, 21-10, 21-13, mengamankan poin ketiga dan mengangkat trofi Uber Cup bagi Korea Selatan.
Uber Cup 2026 diselenggarakan di Forum Horsens, Denmark, pada 3‑4 Mei, mempertemukan delapan tim terbaik dunia dalam format tiga tunggal dan dua ganda, dengan tim pertama yang meraih tiga kemenangan dinyatakan juara.
China, yang pernah memegang gelar pada 2010, 2012, 2014, 2016, 2018, 2020, dan 2022, kini harus menerima kegagalan pertama sejak 2010 dalam kompetisi wanita, sementara Korea menambah koleksi ketiga mereka pada 2010, 2022, dan 2026.
Penampilan Wang di final menandai titik balik kariernya; meski mengalami kekalahan, ia menegaskan tekad untuk memperbaiki stamina dan mengurangi kesalahan pada rally panjang, sesuai harapan pelatih tim nasional China.
Dengan jadwal turnamen Super 1000 dan Asian Games yang akan datang, Wang dijadwalkan berpartisipasi dalam kejuaraan internasional lainnya, berharap dapat mengembalikan posisi China di puncak peringkat tunggal putri.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan