Media KampungBenfica terpaksa menerima hasil imbang 2-2 melawan Famalicao pada Sabtu, setelah menenggelamkan keunggulan dua gol di babak pertama.

Pertandingan berlangsung di Stadion Estádio Municipal de Famalicão, dengan sorotan utama pada kegagalan tim Portugal mengamankan kemenangan pada menit-menit akhir.

Gol awal Benfica dicetak oleh João Mário pada menit ke-12, diikuti oleh gol kedua dari Rafa Silva pada menit ke-27, yang memberi keunggulan 2-0.

Namun, insiden penting terjadi ketika Nicolas Otamendi menerima kartu merah pada menit ke-55 setelah melakukan pelanggaran keras, memaksa pelatih Jose Mourinho menurunkan satu pemain.

Setelah keunggulan dua gol, Famalicao bangkit dengan gol cepat dari Tiago Ferreira pada menit ke-57, memulai alur serangan balik yang intens.

Gol penyama kedudukan datang dari João Pedro pada menit ke-78, mengamankan hasil imbang yang mengakhiri harapan Benfica mengendalikan klasemen.

Hasil ini bertepatan dengan kemenangan Porto 1-0 atas Alverca pada hari yang sama, yang memastikan gelar juara Liga Portugal bagi tim Tanda Merah.

Dengan kemenangan Porto, jarak poin antara Benfica dan pemuncak klasemen meluas menjadi sembilan poin, dengan hanya dua pertandingan tersisa.

Setelah pertandingan, Mourinho mengkritik keputusan wasit Gustavo Correia, menilai officiating menjadi faktor utama yang merusak kualitas kompetisi.

Dalam wawancara dengan Sport TV, Mourinho berkata: “My assessment is that, since we are reaching the end of the championship, I have to say that this game says a lot about what this championship has been.”

Meski mengkritik wasit, Mourinho tetap memberikan selamat kepada Porto, menyatakan mereka pantas menjadi juara setelah perjuangan konsisten sepanjang musim.

Benfica kini berada di posisi kedua dengan 76 poin, tetap mempertahankan rekor tak terkalahkan di Liga Portugal meski tidak lagi mampu bersaing untuk gelar.

Tim rival domestik Sporting menempati posisi ketiga dengan 73 poin, hanya tiga poin di belakang Benfica dan masih memiliki satu pertandingan cadangan.

Jadwal selanjutnya bagi Benfica meliputi laga kandang melawan Braga pada 10 Mei, di mana mereka harus mengamankan tiga poin untuk menutup jarak dengan Sporting.

Pertandingan penutup musim akan dihadapi Estoril pada 17 Mei, yang menjadi kesempatan terakhir untuk memperkuat posisi runner-up.

Spekulasi mengenai masa depan Mourinho terus mengemuka, dengan rumor bahwa ia mungkin kembali ke Real Madrid pada musim panas mendatang.

Kontroversi officiating tidak baru di Liga Portugal; sebelumnya Mourinho juga menyoroti keputusan yang dianggap tidak adil dalam beberapa pertandingan lain.

Kritik tersebut menambah tekanan pada Komite Penyelenggara Liga Portugal untuk meninjau standar pelaporan dan pelatihan wasit.

Benfica harus segera menyesuaikan taktik dan mentalitas pemain agar dapat mengamankan posisi kedua, mengingat persaingan ketat dengan Sporting.

Jika berhasil, Benfica akan tetap mengakhiri musim dengan rekor tak terkalahkan, sekaligus menyiapkan transisi untuk kompetisi Eropa mendatang.

Berita ini dirangkum dari laporan AFP dan pernyataan langsung Jose Mourinho kepada Sport TV pada 3 Mei 2026.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.