Media KampungEmpoli kembali menjadi sorotan dunia olahraga setelah klub lokalnya mencatat prestasi gemilang di dua disiplin, yakni judo dan sepak bola muda, pada bulan April 2026.

Pada 11 April 2026, Kodokan Judo Empoli mengirimkan dua atlet veteran ke Grand Prix Master Piedmont di Leinì, Turín, dimana mereka bersaing melawan 202 atlet dari seluruh Italia.

Simone Gori berhasil menjuarai kelas 66 kg dengan mengumpulkan 36 poin, sementara Carlo Botrugno meraih peringkat ketiga dari 27 peserta di kelas yang sama, menambah deretan medali klub.

Kemenangan Gori menandai medali emas pertama bagi Kodokan Judo Empoli dalam sejarah kompetisi tersebut, memperkuat reputasi dojo yang selama ini dikenal menghasilkan atlet berdaya saing tinggi.

Selain itu, klub judo ini juga merayakan perak yang diraih oleh Giorgi Kutivadze pada Kejuaraan Junior A2 Italia pada akhir Maret, menegaskan bahwa generasi muda terus berkembang.

Pelatih kepala Kodokan, Damiano Nifosì, menyatakan, “Prestasi ini hasil kerja keras bertahun‑tahun, dukungan keluarga, dan semangat kebersamaan yang tak tergoyahkan di antara para judoka.”

Di arena sepak bola, tim Primavera Empoli menorehkan kemenangan telak 4‑0 melawan Spezia pada 19 April 2026 di Petroio Sports Center, Vinci, dalam pertandingan pekan keempat belas Liga Primavera.

Gol pertama dicetak oleh Monaco pada menit ke‑21, diikuti Orlandi yang menambah keunggulan lewat tendangan bebas pada menit ke‑25, menurut laporan resmi klub.

Gol ketiga datang dari Mazzi pada menit ke‑60 setelah serangan balik, sedangkan Rugani menutup skor pada menit ke‑90 melalui tembakan diagonal setelah corner.

Pelatih Filippo Filippeschi menegaskan, “Kami menyiapkan tim dengan taktik pressing tinggi dan pemanfaatan situasi bola mati, sehingga pemain muda kami mampu mengendalikan permainan.”

Kemenangan melawan Spezia menambah catatan positif tim Primavera yang kini menempati posisi atas klasemen, sekaligus memperkuat peluang promosi ke Serie B bagi pemain senior.

Keberhasilan kedua cabang olahraga tersebut memperlihatkan sinergi antara program pengembangan atlet muda di Empoli, yang didukung oleh fasilitas modern dan kerjasama dengan sekolah‑sekolah setempat.

Pemerintah kota Empoli menyatakan, “Kami akan terus mengalokasikan anggaran untuk memperluas pusat kebugaran dan arena latihan, guna menumbuhkan bakat lokal dalam judo, sepak bola, serta cabang lainnya.”

Statistik resmi Grand Prix Master Piedmont menunjukkan partisipasi 175 atlet, dengan rata‑rata usia 22 tahun, menandakan tingginya minat generasi milenial terhadap seni bela diri tradisional.

Sementara itu, data Liga Primavera mencatat total tembakan Empoli sebanyak 14 kali, dengan akurasi 57 %, menandakan efisiensi serangan yang konsisten sepanjang pertandingan.

Analisis ahli olahraga, Giorgio Bianchi, menilai, “Keberhasilan Empoli di judo dan sepak bola mencerminkan pendekatan terpadu dalam pembinaan mental dan fisik, yang menjadi model bagi klub lain di Italia.”

Ke depan, Kodokan Judo Empoli berencana mengikuti kejuaraan internasional di Paris pada September 2026, sementara tim Primavera akan menghadapi lawan kuat dari Fiorentina dalam fase semifinal Coppa Italia Primavera.

Kedua tim menatap masa depan dengan optimisme, berharap prestasi terbaru dapat menarik sponsor baru dan memperluas jaringan akademi, sekaligus menginspirasi generasi muda Empoli untuk berpartisipasi dalam olahraga.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.