Media Kampung, Bekasi – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyiapkan pelatihan Artificial Intelligence (AI) hingga barista bagi penyandang disabilitas. Pelatihan ini akan dilakukan setelah pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK) khusus penyandang disabilitas di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bekasi, Jawa Barat.
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengatakan bahwa penyandang disabilitas membutuhkan pelatihan untuk penguasaan keterampilan dan akses terhadap lingkungan belajar yang inklusif. Tujuannya agar penyandang disabilitas bisa mempersiapkan diri menghadapi proses rekrutmen hingga menjalankan pekerjaan. “Kami sadar teman-teman disabilitas tidak bisa langsung diserap begitu saja oleh perusahaan. Mereka harus dibekali keterampilan yang memadai,” ujar Yassierli dalam keterangannya, Sabtu (10/10).
BLK khusus penyandang disabilitas ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi peserta sekaligus memperluas kesempatan mereka memasuki pasar kerja. BLK tersebut berupa gedung dua lantai yang dilengkapi dengan Digital Skills Lab untuk pelatihan pemrograman berbasis kecerdasan buatan (AI), Batik Craft Studio, dan Laboratorium Terapi Sensori.
Ruang kelas dirancang untuk mengakomodasi kebutuhan penyandang tunarungu, tunanetra, tunadaksa, maupun disabilitas intelektual. Gedung ini juga dilengkapi dengan jalur landai (ramp), lift, jalur pemandu (guiding block), dan toilet khusus disabilitas. Tujuannya agar peserta dapat beraktivitas secara mandiri selama mengikuti pelatihan.
Di lantai dasar, terdapat sejumlah fasilitas pembelajaran berbasis praktik, seperti Lobby KOS 3 in 1, layanan customer service berbasis biometrik, dan Public Caf yang berfungsi sebagai laboratorium pelatihan barista. Selain itu, ada Exhibition Sales Gallery untuk memamerkan hasil karya dan Public Speaking Lab untuk berlatih menghadapi wawancara kerja.
Yassierli juga menyebutkan bahwa kurikulum pelatihan mencakup pembentukan karakter dan pengembangan kecakapan digital agar kemampuan peserta selaras dengan perubahan kebutuhan pasar kerja. Kemnaker juga menyediakan layanan konseling psikologi karier untuk membantu peserta mengenali potensi diri, membangun kepercayaan diri, dan mempersiapkan diri menghadapi lingkungan profesional.














