Media Kampung – Laga hiburan tersaji di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) antara North London Legends (Arsenal) vs United Legends (Manchester United) pada Sabtu malam WIB, 10 Oktober 2026. Pertandingan berakhir dengan kemenangan tim legenda Arsenal melalui gol Emmanuel Adebayor, Santi Cazorla, dan Jermaine Pennant, yang membalas gol Ashley Young dan Radamel Falcao.
Selain para pencetak gol, legenda lain juga menghibur fans seperti Nemanja Vidic, Rio Ferdinand, Edwin van der Sar, Robert Pires, hingga Ashley Cole. Thierry Henry, legenda Arsenal, hadir meski berperan sebagai pelatih dan tidak bermain di GBK. Menjadi pelatih bukan peran baru bagi Henry yang pernah menangani AS Monaco, Montreal Impact, hingga asisten pelatih di timnas Belgia.
Henry mengungkapkan bahwa meskipun tidak menyenangkan melihat laga berjalan cukup intens, ia merasa senang dapat melatih mantan rekan setimnya di Arsenal. “Tidak menyenangkan. Pada akhirnya, semua (kedua tim) ingin menang. Namun, menyenangkan menjadi pelatih dari bangku cadangan,” papar Henry.
Henry juga mencatat bahwa dukungan fans awalnya lebih banyak untuk Manchester United sebelum kemudian berbalik ketika Arsenal mencetak gol. “Pada awalnya, fans Man United lebih banyak bernyanyi, kemudian kami mencetak gol, dan nyanyian juga muncul dari sisi lainnya. Menyenangkan juga meraih kemenangan,” urai Henry.
Dwight Yorke, legenda Manchester United, menambahkan bahwa rivalitas antara Arsenal dan Man United adalah warisan besar di Premier League. “Laga ini selalu spesial, pertarungan kedua tim selalu menjadi warisan dari Premier League, meskipun kami telah pensiun. Kami tentu kecewa kalah karena kami tidak suka kekalahan. Namun, mereka tim yang lebih baik. Kami pikir kami punya cukup peluang, setidaknya membawanya ke waktu tambahan,” tambah Yorke.
“Namun tentu saja, menyenangkan bermain melawan (eks) pemain yang dahulu bersaing, bertarung selama bertahun-tahun. Kami senang kembali bermain dan bersaing lagi,” ujarnya.













