Media Kampung – TNI Angkatan Udara tengah mengincar pengadaan pesawat Airbus A330 Multi Role Tanker Transport (MRTT) yang serupa dengan milik French Air and Space Force. Pesawat ini dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung berbagai operasi militer yang dijalankan TNI AU.
Fungsi Utama Airbus A330 MRTT
Pesawat Airbus A330 MRTT memiliki kemampuan multifungsi, di antaranya:
- Menjadi pusat komando pengendalian (Puskodal) berjalan yang mengkoordinasikan pesawat tempur dan angkut selama operasi.
- Mengintegrasikan sistem komunikasi antar pesawat secara langsung dari dalam pesawat MRTT.
- Mengangkut hingga 88 prajurit beserta perlengkapan yang dibutuhkan dalam operasi tempur.
- Melakukan pengisian bahan bakar pesawat tempur di udara (air to air refueling) dengan kapasitas bahan bakar hingga 110 ton.
Manfaat Bagi TNI AU
Dengan wilayah Indonesia yang sangat luas dan jumlah pesawat tempur yang banyak, TNI AU memandang Airbus A330 MRTT sebagai aset penting untuk memperkuat kemampuan operasional. Pesawat ini memungkinkan koordinasi yang lebih efektif dan memperluas jangkauan operasi udara.
Wakil Kepala Staf TNI AU, Marsekal Madya TNI Tedi Rizalihadi, menyebutkan bahwa minimal TNI AU membutuhkan tiga unit MRTT untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Namun, pembelian pesawat ini masih dalam tahap perencanaan dan pengadaan menjadi kewenangan Kementerian Pertahanan.
Proses dan Tantangan Pengadaan
Meski telah dilakukan peninjauan terhadap pesawat Airbus A330 MRTT milik AU Prancis saat latihan bersama misi Pegase 2026 di Lanud Halim Perdanakusuma, pihak TNI AU belum memberikan keterangan lebih lanjut mengenai proses pengadaan. Hal ini menunjukkan bahwa keputusan resmi dan proses pembelian masih mengikuti prosedur yang berlaku di kementerian terkait.
Kontribusi Pesawat MRTT Dalam Operasi Militer
Keberadaan pesawat tanker seperti A330 MRTT sangat vital dalam operasi militer modern. Selain memperpanjang durasi terbang pesawat tempur melalui pengisian bahan bakar di udara, pesawat ini juga dapat berfungsi sebagai pusat kendali dan pengangkut personel militer. Hal ini menjadi keuntungan strategis dalam menjaga kedaulatan udara dan kesiapan operasional TNI AU.















Tinggalkan Balasan