Media Kampung – Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI) menegaskan pentingnya budaya sebagai salah satu elemen utama dalam ketahanan nasional. Hal ini disampaikan oleh Mayjen TNI Priyanto, Dekan Fakultas Manajemen Pertahanan (FMP) Unhan RI, saat melakukan kunjungan Kuliah Kerja Dalam Negeri di Kantor Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada 23 Juni 2026.
Dalam kunjungan tersebut, Mayjen Priyanto menyatakan bahwa budaya harus dijaga kemurniannya karena merupakan fondasi kuat dalam ketahanan nasional yang meliputi ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, serta pertahanan dan keamanan (Ipoleksoshankam). DIY dipilih sebagai lokasi kunjungan karena dianggap mampu menjaga keaslian budaya dan memiliki sumber daya manusia yang unggul.
Kegiatan bertema “Penguatan Ketahanan Nasional melalui Sinergi Pengelolaan Sumber Daya Daerah Ekonomi dan Pertahanan di DIY” ini bertujuan agar mahasiswa FMP Unhan RI dapat memahami pengelolaan sumber daya daerah secara langsung guna memperkuat ketahanan nasional. Selain itu, mereka juga mempelajari bagaimana aspek pertahanan menjadi dasar dalam pengembangan sektor pariwisata, ekonomi, mineral, energi, serta kesiapan menghadapi berbagai ancaman.
Ni Made Dwipanti Indrayanti, Sekretaris Daerah DIY, menjelaskan bahwa pembangunan di DIY berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi kerakyatan, pelestarian kebudayaan, tata kelola pemerintahan yang adaptif, dan pembangunan berkelanjutan. Ia menekankan bahwa keistimewaan DIY menjadi modal strategis dalam sistem ketahanan nasional.
Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya Unhan RI untuk mengintegrasikan pembelajaran akademis dengan kondisi nyata di daerah strategis, sehingga mahasiswa dapat lebih siap dalam menghadapi tantangan geopolitik dan geostrategi Indonesia di tingkat global maupun regional.
Melalui pendekatan ini, Unhan RI berperan aktif dalam membangun ketahanan nasional yang komprehensif dengan mengedepankan sinergi antara pengelolaan sumber daya daerah dan aspek pertahanan keamanan yang adaptif, termasuk menjaga nilai-nilai budaya sebagai kekuatan nasional yang tak ternilai.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan