Media Kampung – Menjelang demonstrasi mahasiswa yang dijadwalkan pada Senin, 15 Juni 2026, Polda Metro Jaya menyiagakan kendaraan taktis dan mobil water cannon Brimob di sejumlah titik strategis, termasuk kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat. Langkah ini diambil sebagai antisipasi terhadap potensi kericuhan selama aksi berlangsung.

Kapolda Metro Jaya Komjen Asep Edi Suheri telah menginstruksikan seluruh personel pengamanan untuk mengedepankan pendekatan humanis dan dilarang membawa senjata api. Arahan tersebut disampaikan dalam apel gelar pasukan di kawasan Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta Pusat. Personel diminta bekerja dalam tim dan tidak bergerak sendiri-sendiri di lapangan.

Selain itu, personel Reskrim diperintahkan untuk segera mengamankan peserta aksi yang kedapatan membawa benda berbahaya, seperti bom molotov. Langkah ini merujuk pada insiden sebelumnya pada Jumat, 12 Juni 2026, di mana seorang tersangka berinisial ANH (24) diamankan karena membawa tiga botol berisi cairan berbahaya yang dilengkapi sumbu di sekitar Gedung DPR/MPR. ANH kini telah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat Pasal 306 KUHP tentang penyalahgunaan senjata atau bahan berbahaya.

Di Medan, sebanyak 620 personel gabungan TNI-Polri dikerahkan untuk mengamankan aksi mahasiswa di Gedung DPRD Sumut dan Kantor Gubernur Sumut. Armada water cannon juga disiagakan di lokasi untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan. Kabag Ops Polrestabes Medan, AKBP Dhana Kurniawan, menegaskan bahwa kendaraan taktis tersebut hanya sebagai langkah antisipasi dan diharapkan tidak digunakan.

Di Jakarta, selain kendaraan taktis, personel polisi juga mulai berjaga di sekitar Bundaran HI sejak pagi. Aktivitas warga di kawasan tersebut masih berlangsung normal, namun aparat tetap waspada terhadap potensi provokator dan benda berbahaya. Kapolda Metro Jaya menekankan bahwa demonstran bukanlah musuh, melainkan masyarakat yang menyampaikan aspirasi, sehingga pengamanan harus dilakukan secara humanis dan profesional.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.