Media Kampung – Seorang YouTuber bernama Salem Techsperts berhasil mendorong performa MacBook Neo ke tingkat yang lebih tinggi dengan menggunakan kombinasi pendinginan termoelektrik Peltier dan blower udara industri besar. Metode ini memungkinkan chip A18 Pro yang biasanya digunakan di iPhone untuk beroperasi dengan lebih maksimal di laptop tersebut.

MacBook Neo menjadi sorotan karena harganya yang terjangkau di pasar laptop yang semakin mahal, meski menggunakan chip yang awalnya dirancang untuk ponsel. Sebelumnya, para modder seperti Jakkuh dan Zip Tie Tech sudah mencoba meningkatkan performa laptop ini dengan sistem pendingin air kustom eksternal dan berhasil mencetak skor benchmark yang cukup tinggi.

Salem Techsperts kemudian berupaya melampaui rekor tersebut dengan pendekatan berbeda. Ia menggunakan berbagai komponen termasuk PTM 7950, sebuah thermal pad fase perubahan, sebuah heatsink, serta campuran thermal putty dari Upsiren yang berfungsi menggantikan thermal pad standar pada chip. Pendinginan utama dilakukan dengan menempatkan sebuah pendingin termoelektrik Peltier di bawah chip, sehingga menciptakan sistem pendinginan dua sisi.

Selain itu, ia menggunakan blower udara industri berukuran besar yang mengalirkan udara dingin dari jendela untuk mendinginkan bagian atas chip secara efektif. Peltier yang terpasang di bawah chip harus dilindungi agar aliran udara tidak mengganggu proses pendinginan termoelektrik tersebut. Dengan kombinasi ini, suhu chip dapat diturunkan hingga sekitar 10 derajat Celsius saat dalam kondisi idle.

Hasilnya, chip A18 Pro mampu bekerja pada konsumsi daya sekitar 11 watt, sedikit lebih tinggi dari batas standar 10 watt yang biasa dicapai dalam kondisi default. Skor benchmark Cinebench yang diperoleh mencapai 2.076 untuk multi-thread dan 639 untuk single-thread, mendekati performa chip M4 Max yang lebih canggih. Namun, skor pengujian GPU 3DMark bervariasi dan tidak menunjukkan peningkatan signifikan setelah modifikasi.

Dalam pengujian game Cyberpunk 2077 pada resolusi 1080p dengan pengaturan rendah, resolusi scaling dan fitur frame generation FSR 3.1 diaktifkan, MacBook Neo dengan pendinginan sandwich ini berhasil mencapai 50 frame per detik. Bahkan saat hanya menggunakan thermal pad dan putty tanpa pendingin Peltier, performa multi-core dan single-core meningkat masing-masing sebesar 28% dan 25%, meskipun ada efek samping berupa suhu keyboard yang sedikit meningkat.

Metode modifikasi yang dilakukan Salem Techsperts ini menunjukkan bahwa dengan pendekatan pendinginan yang tepat, performa perangkat keras yang awalnya tidak dirancang untuk beban berat bisa ditingkatkan secara signifikan. Namun, teknik ini juga memerlukan perangkat tambahan yang cukup besar dan proses instalasi yang rumit, seperti melepas papan logika dan layar MacBook Neo.

Salem Techsperts menyatakan tekadnya untuk memiliki MacBook Neo tercepat di dunia dan berharap tidak ada yang menggunakan pendingin nitrogen cair yang ekstrem. Eksperimen ini menjadi contoh menarik bagaimana inovasi dan kreativitas dapat memperluas batas kemampuan perangkat teknologi yang ada di pasaran.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.