Media Kampung – Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) aktif mengatur mutasi besar di tubuh Polri dengan melantik 17 perwira tinggi (pati) sekaligus melakukan rotasi terhadap sembilan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda). Di sisi lain, Polri juga memberikan peringatan kepada masyarakat agar tidak terjerumus dalam praktik judi bola menjelang Piala Dunia FIFA 2026.
Mutasi yang dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo tersebut diatur melalui Surat Telegram Nomor ST/960/V/KEP./2026 tanggal 7 Mei 2026. Dalam mutasi ini, sejumlah posisi strategis mengalami pergeseran, termasuk jabatan Kabareskrim, Asrena Polri, dan Dankor Brimob. Sebelumnya, mutasi juga pernah dilakukan oleh mantan Kapolri Jenderal Tito Karnavian pada Januari 2019, yang melibatkan 17 pati di lingkungan Polri dan menandai pergeseran posisi penting seperti Kabareskrim dan Kapolda Metro Jaya.
Jenderal Listyo Sigit menegaskan bahwa mutasi tersebut merupakan bagian dari upaya pembinaan organisasi dan penyegaran di tubuh Polri untuk meningkatkan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat. Surat telegram yang ditandatangani oleh Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia, Irjen Anwar, memastikan proses mutasi berjalan sesuai prosedur dan aturan yang berlaku.
Sementara itu, menjelang gelaran Piala Dunia FIFA 2026, Polri mengingatkan masyarakat untuk tidak terlibat dalam aktivitas judi bola yang kerap muncul saat euforia sepak bola dunia. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko, menyampaikan bahwa momentum ini harus dimanfaatkan sebagai hiburan dan perekat persatuan, bukan untuk melakukan pelanggaran hukum yang dapat merugikan masyarakat.
“Judi bola harus kita antisipasi bersama. Jangan sampai momentum ini justru dimanfaatkan untuk aktivitas melanggar hukum yang dapat menimbulkan kerugian,” ujar Brigjen Trunoyudo pada Jumat, 8 Mei 2026. Ia juga mengimbau agar dukungan terhadap tim favorit disalurkan dengan semangat positif tanpa menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban umum.
Langkah-langkah ini menjadi bagian dari upaya Polri menjaga stabilitas dan keamanan nasional, termasuk dalam menghadapi berbagai tantangan sosial yang muncul di masyarakat. Mutasi pejabat tinggi dan imbauan terhadap masyarakat tersebut menunjukkan komitmen Polri untuk terus beradaptasi dan merespons dinamika sosial dengan sigap dan profesional.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan