Media Kampung – Polisi Vancouver menolak permintaan pengawalan Gianni Infantino karena tidak memenuhi standar keamanan yang ditetapkan, memicu pernyataan klarifikasi dari FIFA. Kejadian ini terjadi pada hari Kamis (30/4/2026) di Kongres FIFA ke-76 yang diselenggarakan di Vancouver, Kanada.

Menurut pihak kepolisian, permintaan pengawalan khusus untuk Presiden FIFA tidak disertai dokumen resmi yang membuktikan kebutuhan keamanan tambahan, sehingga tidak dapat diproses. Tim keamanan Infantino juga tidak menyediakan rincian rute dan profil ancaman yang biasanya menjadi syarat bagi otoritas setempat.

FIFA melalui juru bicaranya menegaskan bahwa keputusan penolakan tidak berkaitan dengan sikap antipolitik terhadap Infantino, melainkan karena prosedur administratif yang belum dipenuhi. Pernyataan tersebut disampaikan pada konferensi pers sesudah kongres, menyinggung pentingnya kepatuhan terhadap regulasi keamanan internasional.

Infantino sendiri menyatakan kekecewaannya atas keputusan tersebut, namun menekankan bahwa timnya siap mengikuti prosedur yang diperlukan untuk mengajukan kembali permohonan. Ia menambahkan bahwa keamanan seluruh delegasi akan tetap terjamin selama acara berlangsung, mengingat Vancouver memiliki standar keamanan tinggi.

Kepala Kepolisian Vancouver, Sergeant Mark Johnson, menjelaskan bahwa otoritas setempat selalu menegakkan standar keamanan yang konsisten bagi semua tamu penting, termasuk kepala negara atau tokoh internasional. “Kami tidak membuat pengecualian khusus; semua permohonan harus memenuhi kriteria yang sama,” ujarnya.

Kejadian ini muncul bersamaan dengan pernyataan Infantino mengenai kepastian keikutsertaan Timnas Iran di Piala Dunia 2026, yang menimbulkan sorotan politik antara Amerika Serikat dan Iran. FIFA sebelumnya menegaskan bahwa Iran akan bermain di Amerika Serikat meski ada ketegangan geopolitik.

Sementara itu, presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memberikan komentar netral, menyatakan tidak ada masalah jika Iran tetap berpartisipasi, asalkan aturan FIFA dipatuhi. Pernyataan Trump diambil dari wawancara dengan Al Jazeera setelah konferensi pers di Washington.

Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) melaporkan bahwa delegasinya mengalami kendala saat memasuki Kanada, dan dua anggota tim memutuskan untuk kembali ke Tehran. FIFA menyatakan penolakan masuk delegasi tersebut sebagai keputusan otoritas imigrasi Kanada, bukan keputusan FIFA.

Pengawasan keamanan di Vancouver meliputi penggunaan kamera pengawas, patroli kepolisian, dan koordinasi dengan badan intelijen lokal untuk mengantisipasi ancaman potensial. Meskipun tidak ada ancaman langsung yang terdeteksi, prosedur standar tetap diterapkan untuk semua acara internasional.

Para analis olahraga menilai bahwa penolakan pengawalan tidak akan mengganggu agenda resmi kongres, yang tetap melanjutkan diskusi tentang reformasi keuangan FIFA dan persiapan Piala Dunia 2026. Agenda utama meliputi pemilihan calon presiden FIFA 2027-2031 yang akan diputuskan pada kongres berikutnya di Rabat, Maroko.

FIFA berjanji akan memperbaiki alur komunikasi dengan otoritas kepolisian di setiap negara tuan rumah untuk menghindari kesalahpahaman serupa di masa depan. Organisasi tersebut juga berkomitmen meninjau kembali standar pengawalan bagi pejabat tinggi dalam event internasional.

Dengan klarifikasi resmi dari FIFA dan penegasan kepolisian Vancouver, situasi kini berada pada jalur yang lebih jelas, memungkinkan kongres berlanjut tanpa gangguan signifikan. Semua pihak diharapkan dapat bekerja sama dalam rangka memastikan keamanan dan kelancaran acara sepak bola global.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.