Media Kampung – Ratusan pekerja yang menghadiri aksi May Day di Monas terpaksa menunggu hingga sore karena bus terjebak macet, menimbulkan keluhan dan penundaan pulang.

Demonstrasi tahunan yang berlangsung pada Jumat, 1 Mei 2026, mempertemukan lebih dari 10.000 buruh dari berbagai sektor di depan Gedung Monumen Nasional (Monas).

Setelah acara usai sekitar pukul 16.00 WIB, ribuan peserta berbondong‑bongkar menuju halte bus yang terletak di Jalan Medan Merdeka Barat.

Namun, arus kendaraan yang mengalir deras ke arah Jalan M.H. Thamrin menyebabkan kepadatan luar biasa, khususnya pada koridor bus TransJakarta yang melayani rute 1, 2, dan 7.

Irjen Pol Rudi Setiawan, Kapolri, menyatakan bahwa penumpukan kendaraan di area Monas dipicu oleh penutupan sementara jalur kendaraan roda empat untuk mengamankan zona aksi.

Kepala Seksi Transportasi Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Agus Santoso, menjelaskan bahwa jadwal bus yang biasanya beroperasi setiap 10 menit terhambat hingga interval 30 menit karena kemacetan.

“Kami telah menambah armada bus dan mengatur rute alternatif, namun kondisi lalu lintas masih tidak memungkinkan,” kata Agus Santoso.

Salah satu buruh, Siti Nurhaliza, mengaku menunggu lebih dari tiga jam di halte sebelum akhirnya dapat naik bus yang penuh penumpang.

Koordinator aksi May Day, Budi Hartono, menegaskan bahwa penyelenggara tidak bertanggung jawab atas masalah transportasi, namun meminta pihak berwenang mempercepat penanganan.

Polisi mengerahkan 150 personel untuk mengatur arus lalu lintas, termasuk penempatan petugas di setiap persimpangan utama di sekitar Monas.

Penggunaan jalur darurat untuk kendaraan resmi dan ambulans juga diaktifkan guna mengurangi penumpukan.

Beberapa pengendara taksi online melaporkan bahwa mereka mengalami penundaan hingga 45 menit untuk menjemput penumpang di lokasi tersebut.

Di sisi lain, pihak TransJakarta menyiapkan bus cadangan dan mengalihkan beberapa rute ke jalur alternatif melalui Jalan M.H. Thamrin Barat.

“Kami akan terus memantau situasi dan menyesuaikan frekuensi layanan hingga kondisi kembali normal,” ujar juru bicara TransJakarta, Rina Widyanti.

Para pekerja yang berhasil pulang melaporkan kelelahan dan rasa frustrasi karena harus menunggu lama di luar ruangan.

Pengamat transportasi, Dr. Andi Prasetyo, mencatat bahwa peristiwa serupa sering terjadi pada hari libur nasional, mengingat tingginya mobilitas massa.

Ia menyarankan penataan ulang jadwal dan penambahan armada khusus pada hari-hari besar untuk mencegah kemacetan serupa.

Saat ini, arus kendaraan di sekitar Monas mulai mengendur setelah jam 18.00 WIB, dan sebagian besar bus telah kembali beroperasi sesuai jadwal.

Petugas kepolisian tetap berjaga di area utama hingga larut malam untuk memastikan tidak terjadi penumpukan kembali.

Para buruh yang berhasil pulang melaporkan kepuasan atas upaya penanganan, meskipun menilai bahwa koordinasi antar lembaga masih perlu ditingkatkan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.