Media Kampung – Khvicha Kvaratskhelia menjadi kunci keberhasilan Paris Saint-Germain (PSG) melaju ke final Liga Champions 2025/2026 setelah membantu timnya menahan imbang Bayern Munchen 1-1 di Allianz Arena, Kamis (7/5/2026) dini hari WIB. PSG lolos berkat keunggulan agregat 6-5, dan aksi cemerlang Kvaratskhelia langsung menjadi sorotan setelah ia menciptakan assist krusial yang membuka keunggulan PSG sejak menit awal.

Pada laga leg kedua semifinal tersebut, Kvaratskhelia menunjukkan visi permainan yang luar biasa. Ia menggiring bola dari lini tengah, melewati penjagaan pemain Bayern, sebelum memberikan umpan matang kepada Ousmane Dembele yang langsung menuntaskan peluang dengan gol ke gawang tuan rumah. Gol cepat ini membuat Bayern kesulitan mengembangkan permainan dan harus mengejar ketertinggalan sejak awal laga.

Sepanjang pertandingan, pemain asal Georgia berusia 25 tahun itu terus mengancam pertahanan Bayern dengan pergerakan lincah dan kreativitas tinggi. Kvaratskhelia tak hanya piawai mencetak gol, tapi juga menjadi kreator utama serangan PSG. Musim ini, ia telah mencatatkan 10 gol di Liga Champions, termasuk dua gol penting di leg pertama saat PSG unggul 5-4 di Paris.

Presiden PSG, Nasser al-Khelaifi, memuji kontribusi dan semangat bertarung Kvaratskhelia yang tak kenal lelah hingga menit terakhir. “Kami memiliki tim yang luar biasa, tim muda yang berjuang bersama. Kami punya bintang, tapi semua bekerja keras. Lihat saja menit terakhir, Kvara sudah kelelahan tapi terus bertarung,” ujar al-Khelaifi seperti dikutip AFP.

Setelah pertandingan, Kvaratskhelia menegaskan bahwa fokus tim tidak boleh lengah, terutama menjelang final melawan Arsenal. Ia mengatakan kepada mediakampung.com, “Kami sangat senang bisa mencapai final. Yang paling penting adalah tetap fokus karena kami tahu laga melawan Arsenal akan sangat sulit. Kami sudah berkali-kali menunjukkan bahwa kami mampu melakukan apapun.”

Pelatih PSG, Luis Enrique, juga memuji fleksibilitas dan kekompakan timnya sepanjang musim, termasuk saat menghadapi cedera pemain dan perubahan posisi. Ia menyebut kemenangan atas Bayern sebagai malam luar biasa, namun mengingatkan seluruh tim untuk segera mengalihkan perhatian ke final yang akan digelar pada 30 Mei. “Ini luar biasa. Kami harus menikmati malam ini, tapi besok kami harus mulai fokus ke final,” kata Enrique kepada AFP.

Kvaratskhelia sendiri dikenal sebagai salah satu winger terbaik Eropa setelah performa impresif bersama Napoli di Serie A yang kemudian membawanya bergabung dengan PSG pada 2025. Ia mengungkapkan bahwa idolanya sejak kecil adalah Guti, legenda Real Madrid. Inspirasi dari Guti membentuk gaya bermain dan visi sepak bolanya, hingga kini ia menjadi pilar penting PSG dalam meraih prestasi Eropa.

Keberhasilan PSG menyingkirkan Bayern, yang dikenal sebagai salah satu klub terbaik Eropa dengan enam gelar Liga Champions, menjadi bukti ketangguhan Kvaratskhelia dan rekan-rekannya. “Saya pikir Bayern Munich adalah salah satu tim terbaik. Jadi itu pertandingan yang sangat sulit, mungkin yang tersulit musim ini. Kami menunjukkan bahwa kami bisa bermain setara dengan tim-tim seperti itu,” tegas Kvaratskhelia kepada mediakampung.com.

Meskipun berhasil memberikan assist penting, Kvaratskhelia menegaskan bahwa kemenangan tim adalah prioritas utama. Ia menambahkan, “Saya bekerja keras untuk ini setiap hari. Saya senang bisa memberikan assist, tetapi yang terpenting adalah tim. Yang terpenting adalah kami menang; saya akan selalu membantu tim dan memberikan yang terbaik untuk kolektif.”

Dengan mentalitas pemenang dan semangat kolektif yang kuat, PSG kini bersiap menghadapi Arsenal di partai puncak Liga Champions. Kvaratskhelia diharapkan kembali menjadi motor serangan sekaligus pembeda saat PSG berjuang mempertahankan gelar juara Eropa mereka.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.