Media Kampung – Starbucks China telah mengumumkan kebijakan baru yang mewajibkan pelanggan untuk memesan minimal satu minuman sebelum dapat duduk di gerai mereka. Kebijakan ini mulai berlaku pada 22 Oktober 2023 dan akan diterapkan di sekitar 8.000 gerai di seluruh China.

Langkah ini diambil sebagai upaya untuk meningkatkan pengalaman pelanggan di dalam toko, terutama karena perusahaan menghadapi persaingan ketat dari merek lokal seperti Luckin Coffee. Starbucks juga berusaha mengatasi masalah pengunjung yang menghabiskan waktu duduk tanpa membeli produk, yang sering disebut sebagai ‘seat-hoggers’.

Pengalaman Pelanggan

Di beberapa negara, termasuk Korea Selatan, Starbucks telah menerapkan kebijakan serupa untuk mengurangi gangguan yang disebabkan oleh pengunjung yang membawa barang-barang besar ke dalam toko. Di Amerika Utara, perusahaan juga baru-baru ini membatalkan kebijakan pintu terbuka yang memungkinkan orang menggunakan fasilitas tanpa melakukan pembelian.

Respon Masyarakat

Sebelum pengumuman resmi, informasi mengenai kebijakan baru ini sudah beredar luas di media sosial, dengan banyak pengguna Weibo yang menyambut baik keputusan tersebut. Salah satu pengguna menyatakan bahwa kebijakan ini akan mengurangi masalah di jam sibuk, di mana banyak orang duduk tanpa memesan.

Sebuah toko Starbucks di Provinsi Sichuan juga menjadi sorotan bulan lalu setelah video yang menunjukkan kursi dan meja luar ruangan dirantai viral, sebagai langkah untuk mencegah orang duduk tanpa membayar.

Persaingan di Pasar

Sejak membuka gerai pertamanya di China pada tahun 1999, Starbucks telah menjadikan negara ini sebagai pasar terbesar kedua. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, mereka menghadapi tantangan dari Luckin Coffee yang menawarkan harga lebih murah dan sistem pemesanan berbasis aplikasi yang lebih efisien.

Kebijakan baru ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan serta memperbaiki pengalaman pelanggan di gerai Starbucks di China.