Media Kampung – Di sebuah hotel berbintang di Bandung, makanan yang masih layak konsumsi seperti ayam bakar, kentang goreng, dan kue-kue segar setiap pagi terancam berakhir di tempat sampah. Namun, sejak kehadiran Foodbank Bandung, makanan surplus itu kini diselamatkan dan dialihkan ke panti asuhan serta keluarga kurang mampu.
Bermula dari Pengalaman di Belanda
Gumilang Pramuwidyatama, pendiri Foodbank Bandung, bersama istrinya Gendis pernah menjadi relawan di food bank di Wageningen, Belanda. Dari sana, mereka bertanya-tanya mengapa konsep serupa tidak ada di Bandung. “Di kota besar, makanan surplus ada di mana-mana. Kalau tidak didonasikan, akhirnya jadi sampah. Padahal di saat yang sama, masih banyak orang yang lapar,” ujar pria yang akrab disapa Gumi itu.
Langkah Kecil di Kampung Binaan
Foodbank Bandung tidak dimulai dari kantor besar, melainkan dari kampung binaan. Tim mendatangi kader posyandu untuk melihat langsung kondisi warga yang kehilangan pekerjaan. Anak-anak yang rentan gizi buruk menjadi prioritas. “Kami mulai sangat kecil sekali,” kenang Gumilang.
Bagaimana Sistemnya?
Foodbank Bandung mengumpulkan makanan surplus dari pertanian, distributor, ritel, hotel, hingga rumah tangga. Empat hotel di kawasan Dago telah bermitra, menyelamatkan lima hingga enam kuintal makanan per bulan. Makanan diperiksa ketat; yang layak dibagikan, yang kurang layak dijadikan pakan maggot.
Proses Distribusi
Relawan menjemput makanan setiap pagi, lalu memilah dan mengemasnya di basecamp. Nasi dan lauk dibungkus satu per satu, buah dimasukkan ke kantong kecil. Distribusi dilakukan ke panti asuhan dan titik bantuan lainnya. Ida, kader posyandu mitra, mengatakan, “Bantuan ini sangat berarti buat anak-anak panti.”
Tantangan: Ketidakpercayaan Perusahaan
Tantangan terbesar adalah mengubah pola pikir perusahaan yang khawatir soal tanggung jawab hukum atau reputasi. “Untuk mengajak mereka mendonasikan makanan surplus masih perlu waktu panjang dan edukasi,” kata Gumilang. Namun, pada akhir 2023, Gubernur Jawa Barat mengeluarkan surat edaran yang mendukung penyelamatan pangan, dan Badan Pangan Nasional meluncurkan Gerakan Selamatkan Pangan.
Masa Depan Foodbank Bandung
Foodbank Bandung berencana memperluas kemitraan dengan usaha lokal dan membuka cabang di Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Kota Cimahi. Mereka ingin lebih banyak kota yang saling menjaga, bukan membiarkan makanan terbuang sia-sia.
Artikel ini telah ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Media Kampung.





Tinggalkan Balasan