Media Kampung – Aksi penipuan dengan modus cash on delivery (COD) kembali terjadi di wilayah Badung, Bali, yang menyebabkan seorang pria bernama Suradi (39) kehilangan motor metiknya. Kejadian ini menimbulkan kehebohan di media sosial setelah foto-foto dugaan perampasan motor milik Suradi tersebar luas.

Peristiwa bermula pada Jumat, 19 Juni 2026, saat Suradi berencana menjual motor cokelatnya melalui marketplace online. Sekitar pukul 16.00 Wita, Suradi dihubungi oleh seorang pria yang mengaku bernama Cecep dan menyatakan minat untuk membeli motor tersebut. Karena Suradi masih terikat janji dengan jam kerjanya, mereka sepakat untuk bertemu sekitar pukul 21.00 Wita di Jalan Ahmad Yani, Denpasar.

Dalam pertemuan tersebut, Cecep meminta Suradi untuk menemui adiknya di lokasi yang telah ditentukan. Suradi yang ditemani rekannya, Dayat, pun mengikuti permintaan tersebut. Namun, komunikasi di lokasi sempat berjalan alot karena Cecep mengaku bahwa motor belum bisa diambil malam itu dan berjanji akan mengirimkan uang muka (DP) terlebih dahulu sebagai tanda jadi.

Sekitar pukul 23.00 Wita, Cecep menelepon kembali dan mengklaim bahwa dana transfer sudah cair. Ia meminta Suradi mengirimkan lokasi tempat tinggal sementaranya agar adiknya dapat mengambil motor tersebut. Namun, ternyata bukti transfer yang digunakan adalah palsu dan motor Suradi akhirnya dibawa kabur oleh komplotan penipu yang menggunakan intimidasi.

Kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat agar lebih waspada dalam melakukan transaksi jual-beli online, terutama dengan metode COD. Penting untuk memastikan keaslian bukti pembayaran dan menghindari bertemu di lokasi sepi atau larut malam tanpa pengawalan yang memadai.

Modus penipuan seperti ini memanfaatkan kepercayaan korban yang terikat janji untuk melakukan transaksi pada waktu tertentu, sehingga korban mudah dijebak dan mengalami kerugian materi serta tekanan psikologis.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.