Media Kampung – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bangkalan kembali diwarnai dugaan keracunan massal. Dua insiden terpisah terjadi di Kecamatan Blega beberapa bulan lalu dan Kecamatan Kokop pada 4 Juni 2026, dengan total 86 siswa terdampak.
Kejadian terbaru di Kokop melibatkan 86 siswa yang mengalami gejala mual, muntah, dan pusing setelah menyantap menu nasi putih, sate ayam, acar, dan buah semangka. Ketua Satgas MBG Bangkalan, Bambang Budi Mustika, menyatakan bahwa siswa tidak mencium bau atau rasa aneh saat makan, namun satu jam kemudian banyak yang jatuh sakit.
Dari 84 siswa yang dibawa ke puskesmas, 72 di antaranya sudah diperbolehkan pulang, sementara 12 lainnya sempat menjalani rawat inap. Insiden ini menjadi evaluasi penting bagi penyelenggara program MBG, mengingat kasus serupa sebelumnya juga terjadi di Kecamatan Blega.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Bangkalan, dr. Wiwit Mayasari, mengungkapkan laporan pertama dari Kokop diterima pukul 12.44 WIB. Tim gerak cepat segera melakukan penyelidikan epidemiologi untuk memastikan penyebab dugaan keracunan.
Dinas Kesehatan bersama Satgas MBG berkomitmen memperketat pengawasan kualitas makanan bergizi gratis, termasuk pemeriksaan higienitas dapur penyedia dan bahan makanan sebelum didistribusikan. “Kami berharap kejadian ini menjadi evaluasi bersama agar program MBG tetap berjalan sesuai tujuan meningkatkan kesehatan siswa,” kata Wiwit.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan