Media Kampung – Komunikasi keluarga dengan relawan Global Sumud Flotilla yang sedang berada di luar negeri mengalami kendala karena perangkat telepon genggam mereka sengaja dibuang ke laut demi alasan keamanan. Hal ini diungkapkan oleh salah satu anggota keluarga relawan, Denisa Tristianty, yang menyampaikan bahwa hanya tersedia satu ponsel untuk bergantian menghubungi keluarga.
Denisa menjelaskan bahwa suaminya, Bambang Noroyono, serta rekan-rekan relawan lain hanya bisa berkomunikasi singkat melalui satu handset yang dimiliki bersama setelah ponsel mereka dibuang ke laut. Meskipun demikian, kabar yang diterima melalui komunikasi tersebut memastikan bahwa kondisi para relawan dalam keadaan baik dan aman.
Para relawan yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 ini sebelumnya ditahan di Israel dan kini telah dipindahkan ke Istanbul, Turki, menggunakan bantuan tiga pesawat dari pemerintah Turki. Mereka dijadwalkan tiba di Indonesia pada Minggu, 24 Mei 2026, sekitar pukul 15.30 WIB dan akan disambut langsung oleh Menteri Luar Negeri Sugiono di Bandara Soekarno-Hatta.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Yvonne Mewengkang, menyampaikan bahwa sembilan Warga Negara Indonesia (WNI) relawan tersebut akan mendarat di Lounge Umrah, Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta. Pemerintah Indonesia terus melakukan koordinasi intensif agar proses pemulangan relawan berjalan lancar dan aman.
Menlu Sugiono juga mengecam keras tindakan penyiksaan serta perlakuan tidak manusiawi yang dialami para relawan selama masa penahanan di Israel. Ia menegaskan bahwa tindakan militer Israel terhadap relawan kemanusiaan merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan bertentangan dengan prinsip kemanusiaan universal.
Pemerintah Indonesia menyerukan penghormatan atas hak sipil dan keselamatan para relawan yang menjalankan misi damai di wilayah konflik. Sugiono memastikan pemerintah akan memberikan pendampingan dan perlindungan penuh hingga seluruh proses pemulangan selesai.
Dengan keterbatasan komunikasi yang terjadi, keluarga relawan tetap menerima informasi yang menenangkan bahwa para anggota misi kemanusiaan tersebut berada dalam kondisi baik saat ini. Rencana kedatangan mereka ke tanah air mendapat perhatian serius dari pemerintah sebagai bentuk dukungan dan perlindungan terhadap warga negara yang menjalankan tugas kemanusiaan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan