Media Kampung – Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa tragedi yang menimpa Marsinah, seorang aktivis buruh yang menjadi korban kekerasan, seharusnya tidak pernah terjadi di Indonesia. Pernyataan tersebut disampaikan saat acara peresmian Museum Marsinah di Nganjuk, Jawa Timur, pada Sabtu, 16 Mei 2026.

Presiden Prabowo menegaskan bahwa Indonesia dibangun atas semangat persatuan dan kemanusiaan, serta perlindungan bagi rakyat kecil yang telah ditegaskan oleh para pendiri bangsa melalui Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Ia menyebut Pancasila sebagai fondasi yang mempersatukan keberagaman suku, agama, bahasa, dan budaya di tanah air.

“Negara kita didirikan dengan falsafah dasar Pancasila. Itu adalah kecemerlangan pendiri bangsa kita,” ujar Presiden Prabowo. Ia juga menuturkan bahwa persatuan bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai perbedaan ini merupakan kekuatan yang mampu menghadapi tantangan sejak masa perjuangan kemerdekaan.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga menyampaikan bahwa perjuangan Marsinah menjadi simbol keberanian rakyat kecil dalam memperjuangkan hak dan keadilan. Keberadaan Museum Marsinah diharapkan tidak hanya menjadi penghormatan atas perjuangan tersebut, tetapi juga sebagai sarana edukasi bagi generasi muda agar sejarah tersebut tetap dikenang dan menjadi pelajaran berharga.

Dengan diresmikannya Museum Marsinah di Nganjuk, diharapkan masyarakat dapat lebih memahami betapa pentingnya perlindungan hak buruh dan nilai-nilai keadilan sosial dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Presiden Prabowo mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga dan menerapkan nilai Pancasila sebagai landasan dalam membangun Indonesia yang lebih adil dan berkelanjutan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.