Sering Dianggap Jadi Penyebab Darah Tinggi, Ternyata Ini Manfaat Daging Kambing

Media Kampung – Daging kambing sering menjadi kambing hitam ketika seseorang mengalami masalah kesehatan seperti darah tinggi atau hipertensi. Namun, banyak yang belum mengetahui bahwa sering dianggap jadi penyebab darah tinggi, ternyata ini manfaat daging kambing yang justru bisa menjadi alternatif sehat dalam asupan protein hewani. Seperti yang diungkapkan oleh pakar diet Anar Allidina, daging kambing memiliki kandungan kalori, lemak, dan kolesterol yang lebih rendah dibandingkan daging sapi maupun ayam.

Kalori dan Lemak pada Daging Kambing

Daging kambing dikenal dengan kandungan kalorinya yang lebih rendah. Dalam setiap 3 ons penyajian, daging kambing mengandung sekitar 122 kalori, sedangkan daging sapi mengandung 179 kalori untuk porsi yang sama. Hal ini menjadikan daging kambing sebagai pilihan yang lebih ringan bagi mereka yang ingin menjaga asupan kalori.

Selain itu, kandungan lemak total pada daging kambing juga lebih sedikit. Dalam 3 ons daging kambing terdapat 2,6 gram lemak, jauh lebih rendah dibandingkan 7,9 gram lemak pada daging sapi. Lemak jenuh yang sering dianggap sebagai penyebab naiknya kolesterol dan tekanan darah juga lebih rendah pada daging kambing.

Lemak Jenuh yang Lebih Rendah

Berdasarkan penelitian dari Harvard School of Public Health, konsumsi lemak jenuh yang berlebihan dari daging merah dapat meningkatkan risiko kolesterol tinggi dan hipertensi. Namun, sering dianggap jadi penyebab darah tinggi, ternyata ini manfaat daging kambing karena lemak jenuh dalam daging kambing justru lebih sedikit daripada ayam dan sapi. Badan Obat-obatan dan Makanan Amerika Serikat (FDA) merekomendasikan konsumsi lemak jenuh harian tidak lebih dari 20 gram, dan daging kambing hanya menyumbang sekitar 4 gram dari kebutuhan tersebut per porsi 3 ons.

Kandungan Kolesterol dan Zat Besi

Kandungan kolesterol dalam daging kambing juga lebih rendah dibandingkan daging sapi, yaitu sekitar 63,8 mg per 3 ons penyajian, sedangkan daging sapi mencapai 73,1 mg. Ini menjadikan daging kambing pilihan yang lebih aman bagi penderita darah tinggi yang harus menjaga asupan kolesterol.

Selain itu, daging kambing kaya akan zat besi yang penting untuk kesehatan darah dan mencegah anemia. Dalam setiap porsi 3 ons, daging kambing mengandung sekitar 3,2 mg zat besi, lebih tinggi dibandingkan daging sapi yang hanya 2,9 mg. Zat besi ini membantu meningkatkan kualitas darah dan mendukung fungsi tubuh secara optimal.

Protein dalam Daging Kambing

Protein adalah nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh untuk membangun dan memperbaiki jaringan. Walaupun kandungan protein daging kambing sedikit lebih rendah dibandingkan sapi dan ayam, yaitu sekitar 23 gram per porsi 3 ons (daging sapi dan ayam 25 gram), daging kambing tetap dapat memenuhi sekitar 46% kebutuhan protein harian seseorang.

Dengan demikian, konsumsi daging kambing secara teratur dan dalam porsi yang tepat bisa memberikan asupan protein yang cukup untuk kesehatan tubuh tanpa meningkatkan risiko darah tinggi.

Kesimpulan

Sering dianggap jadi penyebab darah tinggi, ternyata ini manfaat daging kambing membuktikan bahwa daging kambing merupakan alternatif daging merah yang lebih sehat. Kandungan kalori, lemak total, lemak jenuh, dan kolesterol yang lebih rendah dibandingkan daging sapi dan ayam menjadikan daging kambing pilihan yang baik untuk menjaga kesehatan, terutama bagi yang memiliki masalah hipertensi. Selain itu, kandungan zat besi dan protein yang cukup tinggi mendukung fungsi tubuh agar tetap optimal. Oleh karena itu, masyarakat tidak perlu takut mengonsumsi daging kambing selama menjaga porsinya dan mengimbanginya dengan pola makan sehat secara keseluruhan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.