Media Kampung – 17 April 2026 | Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Aceh secara resmi menyatakan dukungan terhadap program Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) untuk memperkuat layanan kesehatan warga di provinsi tersebut, sekaligus menekankan pentingnya sinergi antara ulama dan pemerintah.
Program JKA diluncurkan pada tahun 2022 dengan tujuan menyediakan layanan kesehatan dasar, rujukan, serta obat-obatan bagi seluruh lapisan masyarakat Aceh.
PWNU Aceh menggelar pertemuan koordinasi dengan Dinas Kesehatan pada 12 April 2024 untuk membahas peran ulama dalam penyebaran informasi program.
Ketua PWNU Aceh, KH. Abdullah Yusuf, menyatakan, ‘Kami melihat program JKA sebagai wujud kemaslahatan yang harus dijalankan tepat sasaran’ dan menegaskan komitmen organisasi.
Jaringan kiai, mushola, dan pesantren dijadikan titik distribusi informasi, sehingga pesan tentang pentingnya pendaftaran dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
Di Kabupaten Aceh Besar, 15 mushola secara aktif menyebarkan brosur JKA dan membantu warga mengisi formulir pendaftaran secara langsung.
Meskipun demikian, wilayah-wilayah terpencil masih menghadapi kendala akses layanan kesehatan karena minimnya fasilitas dan transportasi.
Sinergi dengan organisasi keagamaan dimanfaatkan untuk mengidentifikasi warga yang belum terdaftar, sehingga proses enrolmen dapat dipercepat.
Hingga akhir Maret 2024, tercatat 1,6 juta warga telah terdaftar dalam JKA, meningkat 20% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Seluruh jaringan layanan meliputi 120 puskesmas dan 15 rumah sakit rujukan yang berperan dalam pelaksanaan program.
Anggaran JKA tahun 2024 mencapai Rp 2,5 triliun, yang didanai oleh pemerintah provinsi serta kontribusi BPJS Kesehatan.
Para pemuka agama berperan penting dalam edukasi tentang pencegahan penyakit dan pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin.
Seminar kesehatan yang diselenggarakan di Masjid Al-Muttaqin, Banda Aceh, menarik sekitar 300 jamaah yang menerima materi tentang manfaat JKA.
Data awal menunjukkan penurunan kasus penyakit menular, seperti diare pada anak, di wilayah yang telah terdaftar dalam program.
Seorang pejabat Dinas Kesehatan menyatakan, ‘Kolaborasi dengan PWNU meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap program JKA dan mempercepat pencapaian target.’
PWNU Aceh merencanakan sepuluh pertemuan wilayah dalam enam bulan ke depan untuk memperluas jangkauan sosialisasi.
Per akhir April 2024, JKA berada pada fase implementasi penuh dengan target pencapaian 85% penduduk terdaftar pada akhir tahun.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan