Media Kampung – CEO Anthropic, Dario Amodei, dan CEO Google DeepMind, Demis Hassabis, mengusulkan pembentukan koalisi AI dunia yang dipimpin Amerika Serikat tanpa melibatkan China. Usulan ini disampaikan dalam pertemuan tertutup KTT G7 di Évian-les-Bains, Prancis, pada pertengahan Juni 2026, yang dihadiri para pemimpin teknologi dan kepala negara, termasuk Presiden AS Donald Trump.
Latar Belakang Koalisi
Amodei dan Hassabis sama-sama menekankan perlunya kerja sama internasional di bidang kecerdasan buatan, dengan AS sebagai pemimpin, untuk melindungi dari risiko yang terkait dengan perkembangan teknologi AI. Dua sumber yang mengetahui masalah tersebut mengatakan kepada CNBC bahwa Perdana Menteri Kanada Mark Carney setuju dengan gagasan AS memimpin koalisi AI.
Pertemuan ini digelar setelah dirilisnya model AI yang semakin canggih dengan kemampuan siber mutakhir untuk mengidentifikasi celah keamanan pada website, aplikasi, atau layanan publik. Beberapa pakar industri khawatir model-model tersebut dapat menyebabkan bencana keamanan besar jika jatuh ke tangan yang salah.
Kontrol Ekspor dan Dampaknya
Pada 12 Juni 2026, Anthropic menonaktifkan akses ke model terbaru dan tercanggihnya, Fable 5 dan Mythos 5, setelah pemerintah AS memberlakukan kontrol ekspor terhadap model-model tersebut dengan alasan keamanan nasional. Anthropic masih terlibat dalam negosiasi dengan pemerintahan Trump terkait kebijakan ini.
Isi Usulan Koalisi
Dalam pidatonya, Amodei menyatakan bahwa kerja sama internasional harus mencakup akses terstruktur ke model-model mutakhir, serta perdagangan chip dan komponen penting yang tidak melibatkan China. Ia juga menekankan perlunya negara-negara bekerja sama untuk mengatasi risiko AI di bidang siber, bioterorisme, dan intelijen.
Dukungan dari OpenAI
CEO OpenAI, Sam Altman, yang juga hadir dalam pertemuan tersebut, menyerukan pembentukan forum internasional untuk diskusi yang menetapkan standar pengujian global, menyediakan analisis ahli yang tidak memihak tentang kemampuan dan risiko AI, serta menjadi wadah kerja sama antarnegara. Sebelumnya, pada Mei 2026, OpenAI meluncurkan GPT-5.5 Cyber, varian model terbaru yang diberikan dalam kapasitas pratinjau terbatas kepada tim keamanan siber yang telah diverifikasi.
Usulan koalisi ini menandai langkah signifikan dalam upaya membentuk tata kelola AI global, meskipun tanpa partisipasi China, yang merupakan salah satu pemain utama dalam pengembangan AI.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan