Media Kampung – ChatGPT down mengakibatkan jutaan pengguna tidak dapat mengakses layanan AI OpenAI pada 20 April 2026.

Gangguan dimulai sekitar pukul 07.30 WIB, ketika laporan pertama muncul di platform pemantauan Downdetector.

Dalam hitungan menit, laporan meningkat tajam, dengan lebih dari 8.000 keluhan terpusat di Inggris dan sekitar 2.000 di Amerika Serikat.

Di Indonesia, sekitar 600 pengguna melaporkan kegagalan login, tampilan layar kosong, atau pesan “service at capacity”.

Baik versi gratis maupun berbayar ChatGPT mengalami penurunan performa, termasuk fungsi percakapan, mode suara, dan pembuatan gambar.

Produk terkait Codex, platform pemrograman berbasis AI, juga menunjukkan gangguan serupa, menyebabkan kesulitan menulis kode bagi developer.

Pengguna melaporkan bahwa aplikasi seluler mengalami crash atau tidak dapat memuat konten setelah proses otentikasi.

OpenAI mengonfirmasi masalah pada halaman status resmi mereka pada pukul 08.01 WIB, menyebutkan adanya “degraded performance” pada layanan inti.

“Kami sedang menyelidiki penyebab gangguan dan berupaya memulihkan layanan secepat mungkin,” bunyi pernyataan singkat OpenAI.

Tim teknik melaporkan bahwa penyebab awal tampaknya terkait lonjakan beban server di pusat data utama.

Beberapa analis mengaitkan insiden ini dengan dependensi pada penyedia infrastruktur cloud eksternal yang mengalami overload.

Outage ini menambah catatan gangguan sebelumnya pada Maret 2026, ketika ChatGPT mengalami error serupa akibat tingginya tingkat permintaan.

Kejadian Maret lalu diperkirakan teratasi dalam tiga jam, namun OpenAI belum mengungkapkan rincian teknis yang mendalam.

Pengguna disarankan untuk menyegarkan halaman secara berkala atau mencoba masuk kembali setelah beberapa menit.

Data Downdetector menunjukkan puncak laporan pada pukul 10.05 WIB, dengan 81% melaporkan masalah pada antarmuka utama.

Selain itu, 12% keluhan berfokus pada aplikasi seluler, sementara sisanya menyangkut masalah login atau kegagalan memuat gambar.

OpenAI menambahkan bahwa tim keamanan sedang memantau potensi ancaman siber yang dapat memperparah situasi.

Sejauh ini, tidak ada indikasi serangan DDoS atau eksploitasi kerentanan yang terdeteksi.

Perusahaan juga menyatakan bahwa tidak ada data pengguna yang terkompromi selama gangguan.

Kondisi ini memengaruhi sektor pendidikan, bisnis, dan pengembangan perangkat lunak yang mengandalkan ChatGPT sebagai asisten produktivitas.

Beberapa universitas melaporkan penundaan dalam penyelesaian tugas esai yang biasanya didukung oleh AI.

Di dunia korporat, tim layanan pelanggan yang mengandalkan ChatGPT untuk respons otomatis mengalami penurunan efisiensi.

Para developer yang memakai API Codex melaporkan latency tinggi dan gagal mendapatkan respons kode.

OpenAI menegaskan bahwa pemulihan penuh diperkirakan selesai dalam beberapa jam, tergantung pada stabilisasi infrastruktur.

Pengguna internasional diminta untuk mengikuti pembaruan melalui halaman status resmi atau saluran media sosial resmi OpenAI.

Sejumlah pakar teknologi menyarankan diversifikasi alat AI sebagai langkah mitigasi risiko ke depan.

Outage ini menyoroti ketergantungan luas pada layanan AI generatif dalam ekosistem digital modern.

Hingga saat penulisan, layanan sebagian besar sudah kembali normal, namun beberapa fitur masih mengalami keterlambatan respon.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.