Media Kampung – Pameran Great American State Fair yang digadang-gadang oleh mantan Presiden Donald Trump sebagai perayaan semangat nasional AS justru menuai kritik di hari-hari pembukaannya. Acara yang berlangsung di National Mall, Washington DC, sejak 25 Juni hingga 10 Juli 2026 itu dilaporkan dihadiri oleh sedikit pengunjung, mengalami gangguan listrik, dan kontroversi terkait bendera Konfederasi.

Video yang viral di media sosial memperlihatkan area pameran yang lengang dan kursi-kursi kosong, bertolak belakang dengan klaim Trump yang menyebut kehadiran mencapai 45.000 orang pada acara pembukaan. Klaim tersebut tidak dapat diverifikasi secara independen karena panitia penyelenggara, Freedom 250, tidak merilis data resmi jumlah pengunjung.

Acara ini diselenggarakan oleh Freedom 250, sebuah organisasi nirlaba bentukan Gedung Putih yang dikritik karena tidak diawasi Kongres dan tidak transparan soal pendanaan. Beberapa artis seperti Martina McBride dan Bret Michaels mundur dari jadwal konser pembukaan dengan alasan politik.

Insiden ini mengingatkan kembali pada kontroversi serupa di era Trump, ketika juru bicara Gedung Putih saat itu, Sean Spicer, bersikukuh bahwa pelantikan Trump pada 2017 dihadiri oleh jumlah penonton terbesar sepanjang sejarah, padahal foto udara membuktikan sebaliknya.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.