Media Kampung – Polisi Korea Selatan telah memeriksa seorang eksekutif dari Shinsegae Group, operator Starbucks di Korea, terkait kampanye promosi kontroversial yang disebut ‘Tank Day’. Promosi tersebut memicu kemarahan publik karena bertepatan dengan peringatan 46 tahun Peristiwa Gwangju pada 18 Mei, yang menewaskan 165 warga sipil menurut catatan resmi.
Seorang juru bicara Shinsegae mengonfirmasi bahwa Yang Jong-hwan, kepala tim audit grup, diperiksa sebagai saksi oleh Kepolisian Metropolitan Seoul. Pemeriksaan ini merupakan bagian dari penyelidikan atas dugaan pelanggaran hukum terkait penyebaran informasi palsu tentang peristiwa 1980, serta tuduhan pencemaran nama baik dan penghinaan.
Kampanye ‘Tank Day’ yang menawarkan cangkir reusable tersebut langsung menuai kritik keras. Shinsegae telah memecat CEO Korea pada hari yang sama saat skandal itu terungkap, dan ketua grup Chung Yong-jin secara terbuka meminta maaf dengan membungkuk. Namun, langkah tersebut tidak menghentikan sebuah kelompok masyarakat untuk melaporkan Chung dan eksekutif lainnya ke polisi.
Starbucks Korea, yang mengoperasikan lebih dari 2.000 gerai di seluruh negeri di bawah perjanjian lisensi dengan Shinsegae, belum memberikan komentar lebih lanjut. Shinsegae menyatakan berharap fakta dapat segera diklarifikasi secara transparan dan berjanji bekerja sama dengan penyidik.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan