Media Kampung – Iran memperingatkan Amerika Serikat bahwa Teluk Oman berpotensi menjadi kuburan bagi kapal-kapal AS jika blokade laut yang diberlakukan Washington di kawasan tersebut tidak segera dihentikan. Ancaman ini disampaikan oleh Mayor Jenderal Mohsen Rezaei, penasihat militer utama Pemimpin Tertinggi Iran, yang menegaskan bahwa situasi saat ini bisa memicu konfrontasi militer.
Dalam pernyataannya yang disiarkan melalui televisi pemerintah Iran pada Minggu, Rezaei menegaskan bahwa blokade angkatan laut yang diterapkan AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran merupakan tindakan perang. Ia menambahkan bahwa Iran memiliki hak alami untuk merespons langkah tersebut secara militer. “Saran saya kepada militer AS adalah mundur sebelum Teluk Oman berubah menjadi kuburan bagi kapal-kapal mereka,” ujar Rezaei.
Rezaei juga menegaskan bahwa kesabaran Iran selama ini jangan dianggap sebagai penerimaan terhadap tekanan atau ancaman. Menurutnya, sikap menahan diri yang ditunjukkan Teheran bukan berarti mengizinkan keberlanjutan blokade yang merugikan ekonomi dan kedaulatan Iran. Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua negara.
Lebih lanjut, Rezaei mempertanyakan alasan keberadaan militer AS di kawasan Teluk yang selama ini dipertahankan dengan alasan menghadapi Uni Soviet, yang kini telah bubar. Ia menegaskan bahwa Selat Hormuz tetap terbuka untuk perdagangan internasional, namun Iran menolak kehadiran militer asing yang dapat mengganggu stabilitas dan keamanan kawasan.
Ketegangan di kawasan Teluk meningkat tajam setelah serangan yang dilancarkan oleh AS dan Israel terhadap infrastruktur dan kepemimpinan Iran pada akhir Februari lalu. Iran membalas dengan serangan rudal dan drone ke beberapa target di Israel dan negara-negara teluk yang menjadi basis militer AS. Konflik ini sempat memicu gangguan di jalur pelayaran strategis Selat Hormuz.
Meski telah ada gencatan senjata yang dimediasi oleh Pakistan sejak awal April, perundingan lanjutan gagal mencapai kesepakatan permanen. Pada 13 April, Amerika Serikat mulai memberlakukan blokade angkatan laut untuk membatasi aktivitas maritim Iran di jalur perairan yang sangat strategis tersebut, yang semakin memperburuk ketegangan antara kedua negara.
Pemerintah AS juga dilaporkan tengah mempertimbangkan langkah-langkah lanjutan termasuk opsi militer, setelah Presiden Donald Trump mengadakan pertemuan dengan pejabat keamanan nasional tingkat tinggi. Sementara itu, Iran tetap mengancam akan mengambil tindakan jika tekanan militer tersebut tidak dihentikan, dengan risiko eskalasi yang bisa berdampak pada keamanan regional dan perdagangan global.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan