Media Kampung – Pabrik kimia Nevinnomyssky Azot yang merupakan bagian dari Astra di Stavropol Krai, Rusia, mengalami serangan drone yang menyebabkan kebakaran hebat pada Sabtu dini hari, 16 Mei 2026.
Menurut laporan dari Astra Telegram channel, serangan drone dilakukan secara terkoordinasi dan menargetkan fasilitas tersebut hingga menimbulkan kebakaran besar di dalam kompleks industri. Meskipun gubernur setempat, Vladimir Vladimirov, menyatakan bahwa pertahanan udara berhasil menggagalkan serangan tersebut tanpa kerusakan, analisis Open Source Intelligence (OSINT) dan rekaman geolokasi menunjukkan adanya serangan langsung pada area pabrik.
Warga sekitar melaporkan suara ledakan keras pada pukul 1:19 pagi waktu setempat, yang disusul dengan aktivasi pengingat serangan udara di wilayah Stavropol. Namun, klaim pemerintah daerah bertolak belakang dengan bukti visual yang memperlihatkan pusat api berada tepat di dalam lokasi Nevinnomyssky Azot.
Serangan ini bukan yang pertama kali terjadi, karena pabrik tersebut telah menjadi sasaran serangan drone setidaknya enam kali sejak awal invasi besar-besaran Rusia, dengan insiden serupa terjadi sepanjang tahun 2025 dan awal 2026.
Meski pabrik ini secara resmi memproduksi pupuk dan amonia untuk pasar komersial, perannya dalam rantai pasokan militer Rusia sangat penting. Nevinnomyssky Azot merupakan bagian dari holding EuroChem dan telah memasok lebih dari 43.000 ton asam nitrat dan asam asetat yang digunakan dalam pembuatan amunisi.
Warga setempat juga menyebutkan bahwa sistem pertahanan udara kota gagal mencegat drone yang masuk, sehingga serangan dapat mengenai targetnya dengan tepat.
Hingga saat ini, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa atau kerusakan tambahan dari pihak berwenang. Pemerintah daerah dan Astra masih melakukan evaluasi lebih lanjut terhadap dampak dari serangan dan kebakaran tersebut.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan