Media Kampung – Pentagon mengungkap rencana sanksi NATO terhadap Spanyol setelah Washington menilai sekutu tidak mendukung operasi melawan Iran.
Dokumen internal menyoroti opsi tekanan politik dan militer, termasuk kemungkinan penangguhan hak aliansi bagi Madrid.
Menurut seorang pejabat senior Pentagon yang meminta anonim, dokumen tersebut mencantumkan tiga skenario respons terhadap negara anggota yang menolak memberikan akses pangkalan dan izin terbang.
Skenario pertama melibatkan diplomasi keras, sementara skenario kedua mencakup pembatasan bantuan militer, dan skenario ketiga menimbang penangguhan partisipasi NATO secara simbolis.
Washington menilai bahwa beberapa negara Eropa, termasuk Spanyol, bersikap berhati-hati dalam konflik Iran‑Israel yang memanas sejak akhir Februari 2026.
Ketegangan muncul karena Iran menutup Selat Hormuz, mengganggu jalur perdagangan global dan menuntut respon militer terpadu.
Amerika Serikat menganggap penolakan akses logistik sebagai hambatan bagi operasi bersama, sehingga menimbulkan rasa frustrasi di antara pejabat militer.
Pejabat tersebut menambahkan bahwa Pentagon sedang menyiapkan paket sanksi yang dapat mencakup pembatasan penjualan peralatan pertahanan kepada negara yang tidak kooperatif.
Dalam pernyataannya, juru bicara Pentagon Kingsley Wilson menegaskan, “Kami tidak akan mentolerir sekutu yang menjadi ‘macan kertas’ dalam menghadapi ancaman strategis.”
Wilson menambah, “Opsinya jelas: tekanan ekonomi, pembatasan teknologi, atau penangguhan hak NATO jika diperlukan.”
Spanyol telah menjadi anggota NATO sejak 1982 dan berperan dalam misi penjagaan perdamaian di Balkan serta operasi anti‑piracy di lepas pantai Somalia.
Namun, pemerintah Madrid menolak memberikan izin penerbangan untuk pesawat tanker Amerika yang akan mengisi bahan bakar di udara selama operasi di Timur Tengah.
Penolakan tersebut dipicu oleh pertimbangan domestik, termasuk protes publik yang menyoroti potensi keterlibatan dalam konflik yang beresiko tinggi.
Partai kiri Podemos bahkan mengusulkan referendum untuk menilai kembali keanggotaan Spanyol dalam NATO, meski usulan itu ditolak oleh parlemen.
Para analis menilai bahwa langkah Washington dapat memperburuk hubungan bilateral, mengingat Spanyol memiliki basis militer penting di pulau Canary yang strategis bagi operasi Atlantik.
Jika sanksi diterapkan, Madrid dapat kehilangan akses ke program pertahanan bersama NATO, termasuk proyek F‑35 dan sistem pertahanan rudal THAAD.
Kerugian tersebut diperkirakan mengurangi kemampuan pertahanan udara Spanyol dan menurunkan interoperabilitas dengan sekutu lainnya.
Selain Spanyol, dokumen tersebut menyebutkan kemungkinan tekanan serupa terhadap negara lain yang menolak memberikan akses pangkalan, seperti Italia dan Turki.
Penekanan pada kebijakan “Airborne Operational Access” (ABO) menjadi titik fokus, karena Washington menganggapnya sebagai standar mutlak dalam aliansi.
Kebijakan ABO menuntut semua anggota NATO menyediakan hak lintas udara tanpa diskriminasi bagi operasi militer bersama.
Ketika Iran memperluas serangan drone terhadap instalasi minyak di Teluk Persia, Washington menuntut dukungan logistik penuh dari semua anggota NATO.
Kekhawatiran strategis juga melibatkan China, yang meningkatkan kehadiran maritimnya di Samudra Hindia, menambah tekanan pada aliansi Barat.
Laporan Reuters menyebutkan bahwa dokumen tersebut telah beredar melalui email tingkat tinggi di Pentagon pada awal April 2026.
Para pejabat AS menegaskan bahwa keputusan akhir belum diambil, namun proses peninjauan terus berlangsung di Gedung Putih.
Presiden Donald Trump, yang kembali menjabat, secara terbuka mengkritik sekutu yang dianggap tidak cukup mendukung kebijakan luar negeri Amerika.
Trump menyatakan, “Kami tidak dapat terus menanggung beban sendiri ketika sekutu menolak berperang demi kepentingan bersama.”
Namun, analis politik menilai bahwa langkah sanksi dapat memicu fragmentasi aliansi NATO, mengingat ketergantungan kolektif pada pertahanan bersama.
Di sisi lain, Amerika Serikat juga mengkaji kebijakan terkait dukungan terhadap klaim teritorial Inggris atas Kepulauan Falkland, yang dapat menjadi alat tawar menekan sekutu lain.
Kebijakan ini mencerminkan pergeseran paradigma Washington dari pendekatan kooperatif ke strategi leverage geopolitik yang lebih keras.
Jika tekanan berlanjut, Spanyol mungkin akan mencari alternatif kerjasama keamanan regional, seperti peningkatan kerja sama dengan Uni Afrika Utara.
Sejauh ini, tidak ada pernyataan resmi dari pemerintah Madrid mengenai konsekuensi sanksi yang diusulkan.
Kementerian Pertahanan Spanyol menegaskan komitmennya terhadap NATO, namun menolak intervensi yang dianggap tidak sejalan dengan kepentingan nasional.
Pengamat keamanan menilai bahwa keputusan Washington dapat menjadi titik balik dalam hubungan trans-Atlantik, terutama jika sanksi dijatuhkan.
Situasi masih berkembang, dan dunia menunggu keputusan akhir yang akan diumumkan dalam pekan mendatang.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan