Media Kampung – Spanyol menegaskan komitmen pada NATO meski Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam penarikan pasukan, menegaskan posisi aliansi di tengah ketegangan geopolitik.
Presiden Trump menyampaikan ancaman tersebut dalam konferensi pers, menuding kedua negara Eropa tidak memberikan dukungan yang memadai bagi rencana serangan militer ke Iran.
Menteri Pertahanan Spanyol Margarita Robles menanggapi dengan menegaskan bahwa Spanyol tetap tenang dan tidak akan mengubah kebijakan aliansi NATO.
Robles menekankan bahwa Spanyol berkomitmen mengikuti perjanjian NATO, menghormati hukum internasional, dan menolak terlibat dalam konflik yang tidak memiliki dasar hukum sah.
Robles menambahkan, ‘Spanyol tidak akan dipengaruhi oleh ancaman tanpa dasar hukum,’ dan menegaskan posisi negara dalam perang Iran tetap konsisten.
Spanyol menolak permintaan AS untuk menggunakan pangkalan militer dalam operasi terhadap Iran, menilai langkah tersebut melanggar konstitusi dan prinsip perdamaian.
Perdana Menteri Pedro Sanchez menyatakan bahwa negara tetap loyal kepada NATO dan menolak adanya pembicaraan mengenai penangguhan keanggotaan.
Sanchez juga mengimbau Uni Eropa memperkuat strategi pertahanan kolektif, agar ketergantungan pada Amerika Serikat dapat diminimalisir.
Sejak bergabung dengan NATO pada 1982, Spanyol telah berpartisipasi dalam misi perdamaian di Balkan, Afghanistan, dan Kosovo, menunjukkan rekam jejak yang solid.
Kontribusi terbaru termasuk penempatan unit marinir di MENA dan partisipasi dalam latihan joint warfighter, yang menegaskan kesiapan militer negara.
Ketegangan dengan AS meningkat setelah Spanyol menolak izin penggunaan pangkalan di Morón dan Rota untuk operasi udara ke Iran.
Jika Trump melaksanakan ancaman penarikan, sekitar 4.500 tentara AS yang ditempatkan di Spanyol berpotensi dipindahkan, memengaruhi keamanan regional.
Para pengamat menilai ancaman tersebut lebih bersifat politik, mengingat Trump berupaya memperkuat citra tegas terhadap sekutu sebelum pemilihan presiden selanjutnya.
Beberapa anggota NATO, termasuk Jerman dan Prancis, menyatakan dukungan terhadap keputusan Spanyol, menekankan pentingnya solidaritas aliansi.
Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg menegaskan bahwa setiap keputusan unilateral akan dipertimbangkan dalam kerangka kolektif, dan menolak tekanan politik.
Kementerian Pertahanan Spanyol melaporkan peningkatan kesiapan operasional, dengan modernisasi armada udara dan penambahan sistem pertahanan udara SAMP/T.
Survei publik akhir April menunjukkan mayoritas warga Spanyol mendukung kebijakan luar negeri yang independen, meski tetap menghargai peran NATO.
Dialog diplomatik antara Madrid dan Washington terus berlangsung, dengan agenda pembicaraan meliputi penggunaan fasilitas militer dan kerjasama intelijen.
Para ahli memperkirakan bahwa hubungan bilateral akan stabil setelah pemilihan presiden AS, asalkan Spanyol terus menegaskan komitmen pada prinsip aliansi.
Hingga kini, tidak ada keputusan resmi mengenai penarikan pasukan AS, sementara Spanyol tetap fokus pada kontribusi keamanan regional melalui NATO.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.






Tinggalkan Balasan