Media Kampung – 16 April 2026 | Prancis dan Inggris bersama menyiapkan rencana pengamanan Selat Hormuz guna menjamin kelancaran lalu lintas maritim di wilayah yang strategis itu.

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengumumkan pada Selasa, 14 April 2026, bahwa inisiatif tersebut merupakan misi pertahanan internasional yang netral dan tidak melibatkan pihak‑pihak yang sedang berperang, seperti Amerika Serikat, Israel, maupun Iran.

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer akan menjadi tuan rumah bersama Macron dalam konferensi daring yang diselenggarakan di Paris, dengan partisipasi puluhan negara untuk membahas aspek teknis pengamanan Selat Hormuz.

Amerika Serikat dipastikan tidak diundang ke pertemuan itu, sementara China dan India telah menerima undangan meski kehadirannya masih belum pasti.

Rencana tersebut menitikberatkan pada tiga fokus utama: mengatur logistik untuk mengevakuasi ratusan kapal yang terperangkap, melaksanakan operasi pembersihan ranjau laut secara skala besar, serta mengkoordinasikan langkah‑langkah dengan negara‑negara pesisir termasuk Iran dan Oman.

“Misi yang kami maksud hanya dapat dikerahkan setelah ketenangan pulih dan permusuhan dihentikan,” kata Menteri Luar Negeri Prancis Jean‑Noël Barrot pada konferensi pers sebelumnya.

Inisiatif ini muncul di tengah konflik berkelanjutan antara Iran dan Amerika Serikat, di mana Iran menempatkan ranjau laut dan AS memberlakukan blokade yang memperparah ketidakpastian keamanan di jalur tersebut.

Tujuan utama koalisi Eropa adalah memulihkan kepercayaan perusahaan pelayaran global sehingga kapal dapat kembali melintasi Selat Hormuz, yang menyumbang sekitar dua puluh juta barel minyak setiap hari.

Konferensi daring dijadwalkan berlangsung pada akhir bulan ini, dan keputusan final mengenai pelaksanaan misi akan bergantung pada perkembangan perdamaian serta persetujuan negara‑negara pesisir.

Koalisi yang dipimpin oleh Prancis dan Inggris akan beroperasi di bawah komando Eropa, memastikan bahwa kapal‑kapal Eropa tidak berada di bawah kendali militer Amerika Serikat.

Negosiasi dengan Iran dan Oman sedang berlangsung untuk memperoleh izin operasional, karena keberhasilan pembersihan ranjau dan pengamanan zona perairan memerlukan persetujuan dari semua pihak yang berbatasan dengan Selat Hormuz.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.