Media Kampung – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional, Sudarnoto Abdul Hakim, mengungkapkan keprihatinan mendalam atas serangan yang dilakukan oleh kelompok Houthi terhadap fasilitas sipil di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, Arab Saudi. Dalam keterangan persnya, Sudarnoto menyatakan, “Saya sungguh sangat prihatin terhadap serangan Houthi yang menyasar fasilitas sipil. Ini tidak saja merusak fasilitas publik, menimbulkan korban jiwa orang-orang yang tidak ada kaitannya dengan konflik, tetapi juga sangat mengganggu umat Islam yang melaksanakan ibadah umrah.”

Ia menegaskan bahwa hak-hak sipil dalam bentuk apapun tidak boleh dirusak, apalagi dihancurkan. “Mereka yang sedang melaksanakan ibadah umrah harus dilindungi oleh siapa pun, dan hukum internasional jelas menegaskan soal ini,” tambahnya.

Serangan yang terjadi pada akhir pekan lalu di Bandara Internasional King Khalid tersebut menyebabkan kepulan besar asap hitam membubung dari area penyimpanan bahan bakar. Laporan awal mencatat bahwa 14 orang meninggal dunia dan 309 orang mengalami luka-luka.

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Riyadh mengonfirmasi bahwa hingga saat ini, belum ada WNI yang teridentifikasi menjadi korban.

Sudarnoto juga menyampaikan pentingnya untuk segera menghentikan serangan terhadap fasilitas sipil dan meminta kedua belah pihak untuk menghentikan perang. “Langkah menghentikan perang dan melakukan dialog damai sangatlah penting untuk mencegah eskalasi lebih lanjut,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan negara-negara besar seperti Amerika untuk tidak memperburuk keadaan dengan tindakan yang dapat memperumit situasi. “Situasi global jangan lagi diperburuk supaya peradaban dunia ini tidak runtuh,” tegasnya.

Sudarnoto berharap pemerintah Indonesia dapat memainkan peran strategis dalam mencari jalan resolusi konflik dan mewujudkan perdamaian di kawasan tersebut.