Media Kampung – Prancis baru-baru ini berhasil melakukan uji coba peluncuran rudal balistik M51.3 dari kapal selam bertenaga nuklir Le Vigilant di Samudra Atlantik. Peluncuran ini dilakukan tanpa hulu ledak dan bertujuan untuk menunjukkan kekuatan pencegahan nuklir Prancis di tengah meningkatnya ketegangan antara Rusia dan negara-negara Eropa.

Peluncuran tersebut disaksikan langsung oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron pada tanggal 6 Oktober 2026. Macron menyatakan bahwa ini adalah bukti dari kekuatan pertahanan negara dan mengirimkan pesan jelas kepada pihak-pihak yang perlu menerima informasi tersebut.

Rusia, melalui juru bicaranya Dmitry Peskov, menyatakan bahwa peluncuran ini dianggap sebagai tindakan provokatif dan menyarankan agar masalah diselesaikan melalui dialog, bukan dengan menunjukkan kekuatan militer. Peskov menegaskan bahwa Eropa kini terobsesi dengan peningkatan kemampuan militer di tengah ketegangan yang ada.

Prancis, sebagai satu-satunya negara di NATO yang memiliki persenjataan nuklir independen di luar Amerika Serikat, terus memodernisasi arsenalnya. Anggaran hingga US$ 8,3 miliar telah dialokasikan untuk pencegahan nuklir pada tahun 2026, yang mencakup program kontroversial yang memungkinkan beberapa negara Eropa menampung senjata nuklir Prancis secara sementara.

Dalam konteks ini, banyak pihak mengamati dengan seksama langkah-langkah yang diambil oleh Rusia dan negara-negara NATO. Tindak lanjut dari peluncuran rudal ini berpotensi mempengaruhi dinamika keamanan di Eropa.