Media Kampung – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur mengadakan Essay Competition yang diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di wilayah tersebut. Kegiatan ini berlangsung di Graha Kadin Jatim, Surabaya, pada Kamis, 21 Mei 2026, dan menjadi ajang kolaborasi untuk mendorong inovasi yang relevan dengan kebutuhan dunia industri.

Kompetisi ini tidak hanya menantang peserta untuk menghasilkan karya tulis, tetapi juga mendorong mereka agar ide-ide yang dikemukakan dapat diimplementasikan dalam praktik industri. Megahnanda Alidyan Kresnawati, dosen Hubungan Internasional UPN Veteran Jawa Timur, mengapresiasi inisiatif tersebut karena memberikan kesempatan bagi mahasiswa lintas institusi untuk berkontribusi lebih dari sekadar menulis.

Ia menilai bahwa tantangan utama dalam lomba essay selama ini adalah keberlanjutan gagasan setelah lomba selesai. Dengan keterlibatan langsung dunia industri melalui Kadin, peluang bagi mahasiswa untuk mewujudkan ide mereka menjadi lebih besar. “Biasanya essay hanya berhenti di juara saja, tapi di sini implementasi dan menarik investor menjadi fokus penting,” ujarnya usai pengumuman pemenang.

Reno Bahelwan Miazaki, Komisi Tetap Bidang Industri Kreatif Kadin Jawa Timur, menyebutkan bahwa sebanyak 106 peserta dari lebih dari 10 universitas di Jawa Timur mengikuti kompetisi tersebut. Peserta berasal dari beragam daerah termasuk Jember dan Mojokerto, menunjukkan potensi inovasi dari luar Surabaya yang cukup menjanjikan.

Proses penjurian berlangsung dalam dua tahap, yaitu seleksi karya tulis dan presentasi ide di depan dewan juri. Menurut Reno, kualitas para finalis sangat baik dengan kemampuan presentasi yang meyakinkan serta keyakinan diri yang tinggi. Beberapa peserta bahkan telah memikirkan kerja sama dengan perusahaan lain sebagai langkah nyata merealisasikan ide mereka.

Chairman Ijadgrup Holding, Mochammad Ali Arsyad, menilai kegiatan ini sebagai contoh kolaborasi pentahelix yang melibatkan dunia usaha, akademisi, media, dan pemerintah secara simultan. Ia membandingkan budaya kolaborasi di Indonesia dengan Hong Kong, yang lebih sering mempertemukan berbagai pihak untuk berdiskusi bersama demi kemajuan bersama.

Adik menambahkan bahwa keberanian menjadi kunci utama bagi mahasiswa untuk beradaptasi dan berkembang di dunia kerja dan bisnis setelah lulus. Ia juga menyoroti perbedaan pola kompetisi di kampus yang bersifat individual dibandingkan dunia industri yang menuntut kerja sama tim dan kolaborasi.

Acara ini juga membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk langsung berdiskusi dan belajar dari pelaku industri di Kadin Jawa Timur. “Kami terbuka bagi siapa saja yang ingin belajar dan bertanya tentang industri,” ujar Adik.

Penghargaan dalam Essay Competition diberikan kepada kelompok Bridge Vc dari Universitas Airlangga yang berhasil meraih juara pertama dengan karya berjudul “Jembatan Kepercayaan Berbasis AI untuk Mendukung Startup Indonesia”. Juara kedua diraih oleh kelompok Invest Jatim dari UPN Veteran Jawa Timur dengan tema “Platform untuk UMKM“, sedangkan juara ketiga adalah kelompok Story Scale dari Universitas Airlangga dengan karya tentang “Penguatan Investor Trust dan Skalabilitas UMKM melalui AI Digital Storytelling”.

Selain itu, ada dua kategori harapan yang diberikan kepada kelompok Digital Bridge dari Universitas Mayjend Sungkono dan kelompok Ai-trust Guard System dari Universitas Jember, keduanya mengangkat tema inovasi untuk UMKM dan kepercayaan investor.

Melalui Essay Competition ini, Kadin Jawa Timur berhasil menghubungkan ide-ide segar mahasiswa dengan kebutuhan nyata dunia industri, membuka peluang kolaborasi yang dapat mempercepat inovasi dan pengembangan bisnis di wilayah tersebut.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.