Media Kampung – Kabar kurang menyenangkan datang bagi para penggemar aktor sekaligus idola K-Pop, Ok Taecyeon. Rangkaian tur bertajuk 2026 OK TAECYEON FAN MEETING IN ASIA mengalami perubahan jadwal mendadak, yang berdampak pada pembatalan acara di sejumlah kota besar Asia, termasuk di Indonesia. Pengumuman resmi tersebut disampaikan langsung oleh pihak agensi yang menaungi Taecyeon, 51K, melalui unggahan Instagram resmi mereka pada 9 Oktober 2026.

Dalam pengumuman tersebut, agensi menjelaskan bahwa penyesuaian jadwal ini terpaksa dilakukan karena adanya kendala dengan pihak promotor lokal di sejumlah kota seperti Jakarta, Surabaya, hingga Bangkok. Saat ini, tur 2026 OK TAECYEON FAN MEETING IN ASIA hanya menyisakan tiga lokasi acara yang dipastikan tetap berjalan sesuai rencana, yakni Taiwan pada 3 Oktober 2026, Beijing pada 17 Oktober 2026, serta Makau pada 14 November 2026.

Batalnya gelaran di Jakarta dan Surabaya tentu menjadi kekecewaan tersendiri bagi para HOTTEST (sebutan untuk penggemar 2PM), serta penikmat drama Korea di Tanah Air yang telah menantikan kehadiran sang idola.

Sementara itu, nama Jennifer Coppen kembali menjadi sorotan setelah terseret dalam dugaan kasus penipuan investasi emas yang merugikan korban hingga Rp 25 Miliar. Istri Justin Hubner ini pun akhirnya buka suara. Melalui postingan di Instagram, Jennifer memberikan klarifikasi terkait kasus tersebut. Ia mengatakan bahwa ia hanya bertindak sebagai Brand Ambassador sejak Januari 2026, dan tanggung jawabnya terbatas pada kegiatan promosi dan pembuatan konten berdasarkan kontrak yang telah disepakati.

“Saya tidak terlibat dalam manajemen maupun operasional perusahaan. Saya tidak memiliki keterlibatan dalam manajemen internal, pengelolaan dana, transaksi dengan pelanggan, proses penjualan, maupun pengambil keputusan operasional perusahaan,” ujar Jennifer pada 10 Oktober 2026.

Jennifer juga menegaskan bahwa kontrak kerja sama yang berlangsung hingga 2027 telah diakhiri lebih cepat setelah menerima banyak keluhan dari sejumlah pelanggan terkait pelayangan dan pemenuhan pesanan. Ia berharap masyarakat dapat melihat masalah ini secara proporsional dan tidak berkembang menjadi kesimpulan yang belum didukung fakta.