Media Kampung – Denny Sumargo mengungkapkan bahwa keluarganya menjadi sasaran kritik dan hujatan warganet setelah ia mengundang Sarwendah dalam podcast miliknya. Undangan tersebut dimaksudkan sebagai kesempatan bagi Sarwendah untuk menyampaikan pendapatnya terkait permasalahan yang sedang berlangsung dengan mantan suaminya, Ruben Onsu.
Mantan atlet basket nasional ini menjelaskan bahwa setelah siaran podcast yang membahas konflik antara Sarwendah dan Ruben Onsu, anak dan istrinya mendapat komentar negatif dari sejumlah akun media sosial. Mereka merasa Denny berpihak pada Sarwendah, sehingga keluarganya menjadi sasaran hinaan di dunia maya.
Meski demikian, Denny Sumargo menegaskan bahwa ia tidak tinggal diam. Ia memilih membalas komentar-komentar negatif tersebut untuk mempertahankan integritasnya. Namun, ia menegaskan bahwa balasan tersebut bukan untuk menantang para haters, melainkan sebagai bentuk pembelaan terhadap diri dan keluarganya.
“Saya cuma mau bilang ke para haters bahwa mereka tidak bisa menggoyang integritas saya dengan kebencian. Semua ini bermula dari pernyataan saya yang dipelintir dan dianggap sengaja menantang warganet,” ujar Denny.
Sebelumnya, Denny juga sempat menanggapi tudingan yang menyebutnya tidak netral dalam polemik antara Ruben Onsu dan Sarwendah. Ia mengaku membaca dua sisi dari permasalahan tersebut dan memahami bahwa penggemar masing-masing kubu memiliki penilaian berbeda terhadap sikapnya.
“Saya membaca dua sisi. Sisi dari pihak Ruben Onsu fans bilang kalau saya memihak Sarwendah karena pertanyaan saya kurang. Sedangkan Sarwendah fans bilang saya berpihak pada Ruben Onsu karena saya terlalu mengiyakan pengacaranya,” jelas Denny Sumargo.
Peristiwa ini menunjukkan bagaimana keterlibatan tokoh publik dalam isu personal dapat berdampak luas, tidak hanya pada dirinya sendiri tetapi juga kepada keluarganya. Keterbukaan Denny Sumargo dalam podcast tersebut memang bertujuan memberikan ruang bagi Sarwendah untuk menyampaikan pandangannya, namun ternyata menimbulkan reaksi negatif dari sebagian masyarakat di media sosial.
Situasi ini juga menggarisbawahi pentingnya menjaga sikap netral dan kehati-hatian dalam menyikapi konflik publik, terutama bagi figur yang memiliki pengaruh besar di masyarakat. Denny Sumargo sendiri berusaha mempertahankan integritasnya dengan tidak terprovokasi oleh komentar negatif dan tetap fokus pada fakta yang ada.















Tinggalkan Balasan