Media Kampung – Bassis legendaris Black Sabbath, Geezer Butler, memberikan refleksi jujur mengenai album terakhir band tersebut, 13, yang genap berusia 13 tahun pada Juni 2026. Dalam wawancara terbaru, Butler mengungkapkan bahwa proses pembuatan album tersebut sangat berat dan penuh tekanan.

Butler mengaku bahwa saat memulai proyek, ia dan personel lain tidak menyangka 13 akan menjadi album perpisahan. Namun, seiring berjalannya waktu, ia justru menginginkannya menjadi album terakhir. Salah satu penyebab utamanya adalah keterlibatan produser Rick Rubin yang dinilai membuat sesi rekaman menjadi sulit.

“Ini adalah album yang sulit dibuat, terutama dengan produser yang kami miliki,” ujar Butler. Ia juga menyoroti jumlah lagu yang berlebihan, yaitu 15 lagu, yang harus ditulis dan direkam dalam waktu singkat. “Saya lebih suka memiliki 10 atau 11 lagu hebat,” tambahnya.

Faktor lain yang membuat pengalaman ini kurang menyenangkan adalah absennya drummer asli Black Sabbath, Bill Ward, yang tidak bisa berpartisipasi karena sengketa kontrak. Posisinya digantikan oleh Brad Wilk dari Rage Against the Machine. “Tanpa Bill, segalanya terasa berbeda bagi saya,” kenang Butler.

Album 13 akhirnya dirilis pada 7 Juni 2013 dan mencatat kesuksesan besar, menjadi album nomor satu pertama Black Sabbath di Amerika Serikat. Namun, di balik kesuksesan itu, Butler mengaku ada satu aspek yang sangat menjengkelkan: menulis lirik di menit-menit terakhir. “Biasanya saya menulis lirik malam sebelum merekam lagu. Itu benar-benar merepotkan,” katanya sambil bercanda.

Ia juga mengungkapkan bahwa Ozzy Osbourne turut menulis dua set lirik karena Butler kehabisan ide. Meski penuh tantangan, Butler mengakui album 13 sangat penting bagi Black Sabbath setelah vakum lama dari dunia rekaman.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.