Media Kampung – Film ‘Monster Pabrik Rambut’ resmi tayang di bioskop Indonesia sejak 4 Juni 2026. Karya terbaru sutradara Edwin ini mengangkat horor dunia kerja yang dekat dengan Gen Z, dengan fokus pada ketakutan yang lahir dari lingkungan kerja tidak sehat.

Film ini menyoroti praktik eksploitasi dan tekanan kerja yang dianggap relevan dengan kondisi banyak pekerja saat ini. Berdasarkan Survei Global 2025 Gen Z and Millennial Deloitte, sekitar 77 persen Gen Z dan 74 persen milenial di Indonesia menyebut pekerjaan sebagai sumber utama stres. Selain itu, 57 persen responden mengaku tertekan oleh lingkungan kerja yang toksik.

Isu tersebut menjadi fondasi utama cerita ‘Monster Pabrik Rambut’. Karakter Putri, Ida, Bona, Rudi, dan Tohar digambarkan menghadapi berbagai tekanan dari sistem kerja tidak manusiawi, seperti eksploitasi dan lembur tidak wajar.

“Sistem kerja yang tidak manusiawi itulah monster yang sebenarnya. Ada pihak yang mengeksploitasi demi laba pribadi, dan ada yang melanggengkannya dengan membiarkan lembur yang tidak wajar terus terjadi,” kata Edwin dalam keterangan tertulis.

Menurutnya, film ini tidak hadir untuk memberikan solusi instan, tetapi diharapkan membuka ruang diskusi mengenai budaya kerja toksik yang sering dianggap normal.

Iqbaal Ramadhan, yang berperan sebagai Bona sekaligus produser eksekutif, menilai tekanan di lingkungan kerja bisa dialami siapa saja. “Situasi seperti atasan yang keras, persaingan antar-kolega yang tidak sehat, hingga beban ekspektasi mengorbankan kesehatan fisik dan mental. Itu adalah hal yang sangat mungkin terjadi, inilah monster yang sesungguhnya,” ujar Iqbaal.

Film ini dibintangi Rachel Amanda, Lutesha, Iqbaal Ramadhan, Sal Priadi, Didik Nini Thowok, dan Kiki Narendra. ‘Monster Pabrik Rambut’ kini sudah tayang di bioskop seluruh Indonesia.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.