Media Kampung – Film animasi Garuda di Dadaku menegaskan tidak menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam proses produksinya. Hal ini disampaikan dalam rangka menjaga kualitas dan orisinalitas karya yang sudah sangat dikenal oleh masyarakat Indonesia.
Aktor Ibnu Jamil, yang terlibat sebagai pengisi suara dalam film ini, mengungkapkan bahwa pengalaman pertama kali melakukan voice acting untuk animasi berbeda jauh dibandingkan dengan dubbing biasa. Ia menjelaskan bahwa para pengisi suara harus merekam dialog sebelum animasi selesai dibuat, hanya dengan menggunakan sketsa awal sebagai panduan.
Ibnu Jamil mengaku sangat antusias bergabung dalam proyek ini karena Garuda di Dadaku merupakan waralaba intelektual (IP) yang sudah melekat kuat di benak banyak generasi. Film ini bukan hanya dikenal oleh pencinta sepak bola, tetapi juga oleh berbagai kalangan mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.
Sutradara film juga menegaskan komitmen tim produksi untuk tidak memakai AI dalam pembuatan film animasi ini. Keputusan tersebut diambil untuk memastikan hasil akhir tetap mengedepankan sentuhan manusia yang autentik dan kualitas suara yang natural dari para pengisi suara profesional.
Proses rekaman suara yang dilakukan sebelum animasi selesai menjadi tantangan tersendiri bagi para aktor suara. Mereka harus dapat membayangkan karakter dan suasana cerita dengan bantuan sketsa awal, sehingga dapat memberikan performa yang maksimal dan sesuai dengan visi kreatif film.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan