Media Kampung – Niken Anjani menjadi aktris ketiga yang memerankan Ancika dalam film Dilan ITB 1991, menambah jejak evolusi karakter tersebut.

Film Dilan ITB 1991 diproduksi pada tahun 2026 dan menempatkan Dilan di lingkungan kampus ITB pada era 1997, menampilkan dinamika masa muda yang lebih matang.

Niken, aktris berusia 38 tahun asal Jakarta, menggambarkan Ancika sebagai sosok yang menyesuaikan diri dengan logat Bandung serta nuansa budaya Jawa Barat.

Ariel Noah berperan sebagai Dilan, mengadopsi gaya yang lebih tenang dan aksi dibandingkan gombalan khas sebelumnya.

“Cara gombalnya beda dibanding Dilan-Dilan sebelumnya, karena mungkin Dilannya udah dewasa. Jadi caranya lebih ke aksi daripada verbal,” ujar Niken dalam wawancara.

Ariel menambahkan, “Gak banyak gombal. Sama sekali kayak gak ada gombalnya. Jadi agak beda,” menegaskan perubahan pendekatan karakter.

Proses persiapan meliputi sesi reading intensif antara Ariel dan Niken, yang membantu membangun chemistry alami di depan kamera.

“Kalau gue emang sama Niken kan banyak yang mesti dibaca dan segala macem. Jadi sambil kita reading segala macem itu memang ke‑build otomatis,” kata Ariel.

Niken juga belajar logat Bandung dari pelatih bahasa, mengingat latar belakang Ancika berasal dari wilayah tersebut.

“Mungkin kalau aku banyak belajar, kan ceritanya Ancika itu latar belakangnya dari Jawa Barat ya. Jadi aku banyak belajar sedikit logat Bandung dari A Boril,” tambah Niken.

Di balik layar, kedua aktor saling bertukar ilmu; Ariel meminta pelajaran akting, sementara Niken menawarkan bantuan bahasa Sunda.

“Tukeran. Minta ilmu akting dari dia entar tukernya sama bahasa Sunda,” candaan Ariel menambah kehangatan tim produksi.

Sebelum Niken, dua aktris lain pernah memerankan Ancika dalam adaptasi film Dilan sebelumnya, menjadikan peran ini memiliki warisan akting yang beragam.

Keberagaman interpretasi Ancika mencerminkan perubahan zaman, dari gaya romantis yang lebih manja menuju representasi yang lebih realistis.

Film Dilan ITB 1991 dijadwalkan tayang di bioskop nasional pada akhir Mei 2026, menargetkan penonton yang mengingat era 1990‑an.

Promosi film melibatkan acara nonton bareng di Cinépolis Senayan Park, di mana Ariel, Niken, dan Raline Shah hadir.

Penyutradaraan menekankan akurasi historis, menampilkan kembali suasana kampus ITB, mode, serta musik populer tahun 1997.

Tim produksi bekerja sama dengan alumni ITB untuk meneliti detail arsitektur dan kebiasaan mahasiswa pada masa itu.

Dengan Niken Anjani sebagai Ancika, film ini menawarkan perspektif baru mengenai hubungan Dilan‑Ancika yang lebih dewasa dan bertanggung jawab.

Penonton dapat menyaksikan evolusi karakter ini mulai dari film pertama hingga versi terbaru yang menonjolkan aksi di atas kata‑kata.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.