Media KampungLuis de la Fuente harus mengatasi krisis cedera pemain kunci menjelang Piala Dunia 2026, termasuk peran terbatas Lamine Yamal.

Pelatih Spanyol mencatat total lebih dari 1.500 hari hilang karena cedera sejak akhir 2022, memengaruhi skuad utama.

Di antara yang paling terdampak, Lamine Yamal mengalami cedera hamstring dan diperkirakan absen dari sisa musim LaLiga.

Nico Williams juga bergulat dengan masalah panggul yang membuatnya kehilangan lebih dari 100 hari bermain.

Mikel Merino masih diragukan kehadirannya setelah menjalani operasi patah tulang kaki pada Februari, dengan perkiraan pemulihan 115 hari.

Rodri mengalami cedera otot yang menghalangi pemulihan konsistennya, menambah beban pada lini tengah Spanyol.

Aymeric Laporte, pemimpin pertahanan, terpaksa absen lebih dari dua bulan karena masalah otot.

Dean Huijsen dan Robin Le Normand masing-masing kehilangan lebih dari 60 hari karena cedera pergelangan kaki dan lutut.

Cristhian Mosquera menambah daftar dengan 40 hari absen akibat cedera pergelangan kaki.

Pau Cubarsí menjadi satu-satunya pemain bek yang relatif bersih dari cedera sepanjang tahun.

Di posisi sayap, Pedro Porro, Marcos Llorente, Marc Cucurella, dan Alejandro Grimaldo masing-masing kehilangan antara 29 hingga 35 hari.

Kiper utama Unai Simón, David Raya, dan Álex Remiro mencatat musim yang relatif tenang tanpa cedera signifikan.

Dani Carvajal kini berada dalam posisi ragu setelah menelan 98 hari cedera dan fraktur jari kaki kanan.

Gavi, meski sempat absen hampir 200 hari karena operasi lutut, berhasil kembali dengan dampak positif pada lini tengah.

Pedri kembali mengalami masalah otot, kehilangan 72 hari, menambah beban pada kreativitas serangan.

Álex Baena, yang menjalani operasi usus buntu, absen selama 54 hari sebelum kembali ke lapangan.

Fermín López kehilangan 38 hari akibat cedera otot pada awal musim.

Di lini depan, Mikel Oyarzabal dan Ferran Torres masing-masing kehilangan sekitar 20 hari, relatif positif dibandingkan rekan-rekan mereka.

De la Fuente menegaskan bahwa pemulihan Yamal menjadi prioritas utama menjelang turnamen.

“Jika kami menang atau kalah, kami harus menyesuaikan strategi,” ujar Luis de la Fuente dalam konferensi pers pada 2 Mei 2026.

Dia menambahkan bahwa Yamal dapat menjadi opsi substitusi penting pada babak knockout, bukan starter pada fase grup.

Pertandingan persahabatan melawan Irak dijadwalkan pada 4 Juni di Stadion Riazor, La Coruña, sebagai ujian terakhir sebelum Piala Dunia.

Spanyol juga akan bertemu Peru di Puebla, Meksiko, sebagai persiapan tambahan pada minggu berikutnya.

Grup H Piala Dunia menampilkan Spanyol, Cape Verde, Saudi Arabia, dan Uruguay, dengan laga pembuka melawan Cape Verde pada 15 Juni.

De la Fuente menekankan pentingnya rotasi pemain untuk mengurangi risiko cedera lebih lanjut selama turnamen.

Dokter tim, Oscar Celada, menekankan bahwa beban pertandingan setiap tiga hingga empat hari menuntut manajemen beban yang cermat.

Dengan daftar pemain yang terus berubah, de la Fuente mengandalkan kedalaman skuad, termasuk Martín Zubimendi sebagai pengganti potensial Rodri.

Tim teknis juga menyiapkan skema taktik fleksibel untuk mengakomodasi pemain yang kembali dari cedera.

Jika Yamal kembali fit, ia diperkirakan akan mendapatkan menit terbatas pada fase grup, dengan harapan menjadi penentu pada fase knockout.

Spanyol tetap menjadi salah satu favorit utama untuk menjuarai Piala Dunia 2026 meski harus menghadapi tantangan medis yang signifikan.

Situasi ini menambah tekanan pada Luis de la Fuente untuk menyeimbangkan antara kebugaran pemain dan kebutuhan taktis.

Namun, semangat tim tetap tinggi, dengan harapan bahwa kombinasi pengalaman veteran dan bakat muda akan mengatasi rintangan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.