Media Kampung – Akting Byeon Woo Seok dalam drama Perfect Crown menjadi sorotan utama setelah penonton menilai penampilannya kurang ekspresif, terutama ketika berhadapan dengan karakter utama IU. Kritik tersebut mengemuka sejak episode pertama tayang pada 10 April 2026.

Perfect Crown, produksi MBC, mengangkat kisah pernikahan kontrak antara Pangeran Ian (Byeon Woo Seok) dan pengusaha Song Hui‑Ju (IU), dan langsung mencatat rating pembukaan sekitar 7,8% menurut Nielsen Korea. Sejak itu, rating terus naik, mencapai lebih dari 11% pada episode keempat.

Beberapa penonton menilai akting Byeon Woo Seok datar, dengan ekspresi wajah yang jarang berubah dalam adegan marah, sedih, atau bahagia. Pengamatan ini didukung oleh kolase fan‑made yang menampilkan serangkaian foto wajah yang tampak serupa.

Ko‑aksi dengan IU dan Gong Seung‑yeon menjadi titik perbandingan, karena kedua aktris tersebut menampilkan emosi yang lebih berwarna dan responsif. Ketidakseimbangan ini menimbulkan persepsi bahwa karakter Pangeran Ian terasa kurang hidup.

Dalam adegan konfrontasi di istana pada episode kedua, Byeon Woo Seok hanya mengangkat bahu tanpa menampilkan kegelisahan yang diharapkan. Reaksi penonton mengarah pada komentar bahwa adegan tersebut terasa ‘cringe’ dan kurang natural.

Data Nielsen Korea mencatat episode pertama memperoleh rating nasional 7,8% dengan puncak 9,2% pada menit pertama. Episode keempat, yang ditayangkan pada 18 April, mencatat rating 11,3% di wilayah metropolitan Seoul dan 11,1% secara nasional.

Kesuksesan Byeon Woo Seok di serial sebelumnya, Lovely Runner, meningkatkan ekspektasi publik terhadap penampilannya di Perfect Crown. Harapan tinggi tersebut memperkuat kritik ketika performa dianggap tidak sejalan dengan reputasinya.

Sebagian penonton membela Byeon Woo Seok dengan alasan karakter Pangeran Ian ditulis sebagai pribadi yang menahan emosi karena tekanan istana. Mereka berargumen bahwa sikap dingin dan tertahan mencerminkan latar belakang bangsawan yang terbebani.

Seorang pengguna forum dramafans.id menulis, “Ian memang digambarkan sebagai pangeran yang menyimpan luka masa kecil, sehingga ekspresinya wajar bila terlihat minim.” Pendapat serupa muncul di media sosial, menyoroti bahwa interpretasi aktor sesuai dengan naskah.

Selain akting, dialog dalam drama juga mendapat sorotan karena beberapa baris terasa kaku dan tidak sesuai dengan setting kerajaan modern. Kritik ini diperkuat oleh kolumnis Jung Seok‑hee yang menyebut beberapa adegan terasa ‘mundur’ dibandingkan drama sejarah MBC sebelumnya.

Jung Seok‑hee menilai keseluruhan produksi kurang menonjol, meskipun set dan estetika visualnya mendapat pujian terbatas. Ia menambahkan bahwa tanpa dinamika timbal balik antara pemeran utama, drama berisiko kehilangan daya tarik jangka panjang.

Episode terbaru menampilkan perubahan, di mana Byeon Woo Seok memperlihatkan ekspresi lebih intens ketika Song Hui‑Ju mengungkapkan perasaan sebenarnya. Pengamat menyatakan bahwa evolusi karakter ini dapat mengembalikan keseimbangan emosional dalam cerita.

Dengan episode selanjutnya dijadwalkan tayang pada Jumat dan Sabtu mendatang, penonton masih menantikan apakah akting Byeon Woo Seok akan terus berkembang. Keberhasilan drama dalam mempertahankan rating tinggi akan sangat dipengaruhi pada kemampuan aktor utama menyesuaikan performa dengan ekspektasi.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.