Media Kampung – 16 April 2026 | Nikita Mirzani menjadi sorotan publik setelah muncul rumor bahwa ia bangkrut sejak dipenjara pada Agustus 2023, dengan spekulasi bahwa bisnis kuliner dan skincare miliknya tutup secara permanen. Manajer pribadinya secara tegas membantah klaim tersebut dan menjelaskan kondisi keuangan sebenarnya.

Rumor tersebut beredar luas di media sosial setelah foto-foto penjara Nikita dipublikasikan, menimbulkan pertanyaan tentang keberlangsungan usaha yang selama ini menjadi sumber pendapatan utama. Pada saat itu, beberapa akun menyebutkan bahwa restoran “Niki’s Kitchen” dan lini perawatan kulit “Nikita Glow” tidak lagi menerima pesanan.

Manajer Nikita, yang tidak disebutkan namanya demi privasi, mengonfirmasi bahwa kedua usaha masih beroperasi, meskipun volume penjualan sempat menurun akibat pembatasan mobilitas. Ia menegaskan bahwa tidak ada bukti resmi yang menunjukkan kebangkrutan atau penutupan permanen.

Data internal yang diberikan oleh manajer menunjukkan bahwa order skincare tetap mencapai rata‑rata 150 unit per hari pada bulan September 2023, dengan nilai penjualan sekitar Rp 300 juta. Angka tersebut menandakan bahwa permintaan konsumen masih cukup stabil meski tantangan logistik muncul.

Berita tentang penutupan bisnis kuliner muncul setelah restoran yang berlokasi di Jalan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, tidak menerima reservasi selama dua minggu terakhir. Namun, manajer menjelaskan bahwa restoran hanya menyesuaikan jam operasional untuk mengakomodasi proses hukum yang sedang berjalan.

Menurut manajer, restoran tetap menerima pembayaran dari pelanggan yang telah memesan makanan sebelumnya, dan semua tagihan akan diproses secepatnya setelah proses hukum selesai. Hal ini menunjukkan bahwa arus kas dari kuliner masih mengalir, meski tidak seintensif sebelum penahanan.

Lini skincare Nikita tetap mengirimkan produk ke seluruh Indonesia, dengan jaringan distribusi yang melibatkan lebih dari 30 reseller independen. Manajer menambahkan bahwa beberapa produk baru, seperti serum anti‑penuaan, akan diluncurkan pada kuartal berikutnya.

“Kami tidak melihat tanda-tanda kebangkrutan; justru ada peningkatan order khususnya pada produk perawatan kulit selama masa penahanan,” ujar manajer dalam sebuah wawancara eksklusif pada 12 April 2026. “Kita terus berkomunikasi dengan konsumen untuk memastikan kepuasan mereka,” tambahnya.

Selain bisnis, Nikita masih memperoleh pendapatan signifikan dari endorsement, acara televisi, dan penampilan di film. Pada tahun 2025, ia mendapatkan kontrak iklan senilai Rp 2,5 miliar dengan merek fashion lokal, yang tetap berjalan meski ia berada di penjara.

Rumor mengenai kondisi anak-anaknya juga beredar, menyebutkan bahwa mereka mengalami penurunan berat badan dan kekurangan gizi akibat kesulitan keuangan. Manajer menolak klaim tersebut, menyatakan bahwa keluarga tetap mengandalkan dukungan dari kerabat dekat dan tim manajemen untuk memenuhi kebutuhan anak.

Dia menegaskan bahwa tidak ada perubahan signifikan dalam alokasi dana untuk pendidikan dan kesehatan anak, karena dana tersebut telah diatur dalam trust yang tidak terpengaruh oleh proses hukum.

Hingga kini, Nikita Mirzani masih aktif mengelola usahanya melalui tim yang beroperasi secara daring, dan merencanakan peluncuran produk kolaborasi dengan brand kecantikan internasional pada pertengahan 2026. Kondisi keuangannya dinilai stabil meski menghadapi tekanan hukum yang terus berlanjut.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.