Media Kampung – Masih banyak yang mengira gaya hidup berkelanjutan atau sustainable membutuhkan biaya besar. Padahal, kebiasaan kecil yang dilakukan konsisten justru bisa memberikan dampak positif bagi lingkungan tanpa menguras kantong.
Ketua Panitia Kampanye Kalahara, Rizqi Yudono, menegaskan bahwa tujuan kampanye mereka adalah mengubah anggapan tersebut. “Kami ingin menunjukkan kalau hidup sustainable sebenarnya tidak sesulit atau semahal yang dibayangkan. Perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten juga bisa memberikan dampak,” ujar Rizqi.
Langkah Sederhana Memulai Gaya Hidup Ramah Lingkungan
Menurut Rizqi, memulai hidup ramah lingkungan bisa dilakukan melalui kebiasaan sehari-hari yang mudah dan murah:
- Membawa tas belanja sendiri saat berbelanja.
- Menggunakan tumbler atau botol minum isi ulang.
- Mengurangi penggunaan sedotan dan alat makan sekali pakai.
- Memilih wadah makanan yang dapat digunakan berulang kali.
Kebiasaan-kebiasaan ini tidak membutuhkan biaya besar, namun secara bertahap mampu mengurangi timbulan sampah plastik.
Peran UMKM dalam Gaya Hidup Berkelanjutan
Bagi pelaku UMKM, perubahan kecil juga bisa dimulai dengan menyediakan pilihan kemasan yang lebih ramah lingkungan, mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai, atau memberikan apresiasi kepada pelanggan yang membawa wadah sendiri. Langkah-langkah tersebut dinilai tidak selalu membutuhkan biaya besar, tetapi berkontribusi nyata terhadap pengurangan sampah.
Melalui Kampanye Kalahara, masyarakat diajak memahami bahwa hidup berkelanjutan bukan tentang perubahan besar dalam waktu singkat. Yang terpenting adalah membangun kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten sehingga kepedulian terhadap lingkungan dapat menjadi bagian dari gaya hidup sehari-hari.













